SURABAYAONLINE.CO, Surabaya – Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa memimpin apel dan Kurve Sampah Pantai yang digelar bersama jajaran Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) Jawa Timur di di Pantai Tambak Wedi, Kecamatan Kenjeran, Surabaya, Jumat (6/2).

Gubernur Khofifah kompak turun aksi bersama kapolda Jatim, wakil gubernur Jatim, wakajati, wakil komandan Kodaeral V Surabaya, jajaran kepala perangkat daerah dengan semangat membersihkan dan melindungi alam.

Di hadapan 1.500 peserta apel yang terdiri dari TNI, Polri, pemprov, pemkot, Pramuka, IKA Unair, dan masyarakat, Khofifah menyampaikan apel aksi Kurve Sampah Pantai ini harus menjadi pintu masuk gerakan pengelolaan sampah yang masif dilakukan di semua lini hingga ke tingkat RT, RW, desa, atau kelurahan.

Terlebih pengelolaan sampah saat ini telah menjadi atensi khusus Presiden Prabowo Subianto dan menjadi gerakan nasional Indonesia ASRI (Aman, Sehat, Resik, dan Indah).

“Dalam waktu yang sangat cepat, sangat disegerakan, seluruh kabupaten kota tidak hanya melaksanakan apel saja tetapi juga gerakan yang sama kemudian diikuti di tingkat kecamatan, desa se Jawa Timur, dan ini harus dilakukan secara paralel, maraton dan masif,” kata Gubernur Khofifah dalam amanahnya.

Ia menyebut bahwa aksi ini dimulai dari lingkungan pantai di Kelurahan Tambak Wedi Kota Surabaya. Namun demikian, aksi-aksi seperti ini juga akan dilakukan di sungai-sungai dan lingkungan sekitar. “Ini dimulai dari pantai di Tambak Wedi ini. Tapi selanjutnya akan dilakukan gerakan yang sama di sungai, banyak enceng gondok dan sampah yang juga harus dibersihkan,” katanya.

Orang nomor satu di Jatim ini mengatakan Aksi Kurve Sampah Pantai ini merupakan wujud nyata kepedulian terhadap lingkungan, sekaligus implementasi arahan langsung presiden dalam penanganan sampah, khususnya sampah laut. Sampah laut merupakan isu strategis nasional yang berdampak luas baik terhadap kualitas lingkungan pesisir dan ekosistem laut juga sektor pariwisata, perikanan, kesehatan masyarakat, serta citra bangsa di mata dunia.

Gubernur Khofifah menyebut aksi ini dilakukan bukan tujuan akhir, melainkan langkah awal untuk membangun perubahan perilaku serta sistem pengelolaan sampah yang lebih baik.  Menurutnya, langkah ini harus diperkuat dengan upaya pengurangan sampah dari sumbernya, meningkatkan pemilahan sampah, mengembangkan ekonomi sirkular, serta menegakkan regulasi pengelolaan sampah secara konsisten.(*)

Share.

Comments are closed.

Exit mobile version