SURABAYAONLINE.CO, Surabaya – Program Beasiswa Pemuda Tangguh yang digagas Pemkot Surabaya terus menjadi harapan bagi mahasiswa dari keluarga kurang mampu. Bukan sekadar bantuan finansial, beasiswa ini terbukti menjadi penyambung mimpi bagi mereka yang nyaris putus asa untuk melanjutkan pendidikan ke jenjang sarjana karena kendala biaya.
Kisah haru sekaligus membanggakan datang dari tiga srikandi muda Surabaya, yakni Devina Shafira, Ramadhani Fitriana, dan Anisah Wahyu Triska. Ketiganya memiliki latar belakang berbeda. Namun dipersatukan oleh semangat yang sama untuk mengangkat derajat keluarga melalui pendidikan.
Devina Shafira Yasmine (22), mahasiswi semester 8 Hukum Tata Negara Universitas Islam Negeri Sunan Ampel (UINSA), sempat merasa dunianya runtuh saat kesulitan membayar UKT. Sebagai seorang anak yatim piatu, beban biaya kuliah terasa sangat berat hingga ia sempat berpikir untuk berhenti.
“Awalnya saya sangat kesusahan dan berpikir tidak bisa lanjut kuliah lagi. Tapi dengan Beasiswa Pemuda Tangguh, saya bisa terus mengejar cita-cita saya menjadi jaksa atau hakim,” ujar Devina, Rabu (4/1).
Mahasiswa yang menerima manfaat beasiswa Pemuda Tangguh sejak semester 4 ini, merasa bantuan tersebut adalah jalan keluar tak terduga untuk meraih mimpinya. “Karena beasiswa ini, saya bisa fokus belajar dan meraih mimpi. Saya berharap bisa segera menyelesaikan pendidikan saya dan bekerja membantu keluarga,” imbuhnya.
Manfaat serupa juga dirasakan oleh Ramadhani Fitriana (21), mahasiswi Pendidikan Teknologi Informasi Universitas Negeri Surabaya (Unesa). Fitri biasa ia disapa, lahir dari seorang bapak bekerja sebagai tukang potong rambut dan ibu yang menjadi guru TK. Dia bercerita betapa sulitnya orang tuanya mencari pinjaman uang demi membayar biaya kuliah setiap semesternya.
“Dulu orang tua sampai harus berutang untuk bayar Uang Kuliah Tunggal (UKT). Sekarang alhamdulillah sudah tidak perlu lagi. Bahkan saya dapat uang saku bulanan, jadi bisa jajan tanpa minta orang tua,” kata mahasiswi yang juga aktif mengajar mengaji di TPQ ini.
Sebagai penerima beasiswa Pemuda Tangguh, Fitri bertekad menjadi sarjana pertama di keluarganya dan sukses berkarier sebagai back-end developer. “Insya Allah, saya akan memanfaatkan dengan baik beasiswa yang sudah diberikan oleh Pemkot Surabaya. Kalau lulus nanti, saya akan menjadi sarjana pertama di keluarga karena kakak dan orang tua pernah kuliah, tapi tidak sampai lulus,” ceritanya.
Program beasiswa Pemuda Tangguh tidak hanya ditujukan untuk mahasiswa perguruan tinggi negeri (PTN), tapi juga perguruan tinggi swasta (PTS). Seperti yang diungkapkan oleh Anisah Wahyu Triska Setyoko Putri (21) dari Universitas Wijaya Putra. Sebagai anak penjual penyetan, ia sempat berencana mengambil cuti kuliah karena dagangan ibunya sepi dan kondisi ekonomi keluarga yang tidak stabil.
“Jujur saya kaget sekaligus senang, merasa seperti rezeki nomplok karena mendapatkan beasiswa ini, dengan bantuan yang diberikan saya yakin bisa lulus tepat waktu dan tidak jadi mengambil cuti kuliah,” ungkap mahasiswi Administrasi Publik yang bercita-cita menjadi anggota legislatif ini.
Tak hanya berkuliah, Anisah juga rajin membantu ibunya berjualan sambil merintis karier sebagai konten kreator.(*)


