SURABAYAONLINE.CO – Ikatan Sarjana Perikanan Indonesia (ISPIKANI) Cabang Provinsi Jawa Timur (Jatim) menggelar Rapat Kerja Daerah (Rakerda) yang dirangkai dengan Stadium General di Hotel Ibis Surabaya City Center, Selasa (16/12/2025). Kegiatan ini menjadi momentum strategis dalam memperkuat peran sarjana perikanan untuk mendorong kebijakan pembangunan sektor perikanan dan kelautan yang berbasis ilmu pengetahuan serta berorientasi keberlanjutan.
Rakerda ISPIKANI Jatim periode 2023–2027 dibuka secara resmi oleh Kepala Dinas Kelautan dan Perikanan Provinsi Jawa Timur, Dr Muhammad Isa Anshori. Dalam sambutannya, Isa menekankan pentingnya kolaborasi antara pemerintah daerah dan komunitas keilmuan guna menjawab tantangan pembangunan perikanan yang semakin kompleks.
“Tantangan itu mulai dari keberlanjutan sumber daya, peningkatan produksi, hingga kesejahteraan nelayan dan pembudidaya,” ujarnya.
Ia juga menyoroti perubahan signifikan dalam industri udang yang dinilai telah mencapai titik kritis. Kompleksitas pasar global, standar keamanan pangan, hingga stabilitas ekologi budidaya menuntut keberanian untuk meninjau ulang fondasi pembangunan perikanan.
“Karena itu, izinkan saya berbagi sudut pandang yang mungkin mengusik kita semua, tetapi justru itulah pintu untuk memulai perbaikan dunia perikanan dan kelautan,” ungkap Isa, yang juga mantan Plt Bupati Sidoarjo.
ISPIKANI Siap Jadi Mitra Kritis dan Solutif Pemerintah
Ketua ISPIKANI Jawa Timur, Prof Dr Ir Maftuch MSi, menegaskan bahwa ISPIKANI memiliki tanggung jawab moral dan profesional untuk menjadi mitra strategis pemerintah.
“ISPIKANI harus hadir tidak hanya sebagai organisasi profesi, tetapi juga sebagai sumber pemikiran strategis dalam perumusan kebijakan perikanan dan kelautan yang berbasis data dan riset,” tegasnya.
Salah satu agenda penting dalam Rakerda ini adalah penandatanganan Nota Kesepahaman (MoU) antara ISPIKANI Jatim dan Dinas Kelautan dan Perikanan Provinsi Jawa Timur.
“Kami berharap kerja sama ini menjadi landasan penguatan sinergi dalam pengembangan kebijakan, peningkatan kapasitas sumber daya manusia (SDM), serta pemanfaatan hasil riset untuk pembangunan sektor perikanan di daerah,” jelas Maftuch.
Stadium General mengusung tema “Ketika Ilmu Bertemu Kebijakan: Kolaborasi ISPIKANI Jawa Timur dan Dinas Perikanan Jawa Timur sebagai Motor Perubahan”. Forum ini menghadirkan sejumlah narasumber, di antaranya Kepala Dinas Kelautan dan Perikanan Provinsi Jawa Timur, Dekan Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan Universitas Brawijaya, serta Ketua ISPIKANI Jawa Timur.
Diskusi berlangsung dinamis dan menjadi ruang dialog strategis antara akademisi, praktisi, serta pembuat kebijakan dalam merumuskan arah pembangunan perikanan yang berkelanjutan.
Melalui Rakerda ini, ISPIKANI Jatim juga menetapkan arah program kerja organisasi periode 2023–2027. Fokus utama meliputi penguatan peran profesi sarjana perikanan, peningkatan kontribusi keilmuan, serta dukungan nyata terhadap pembangunan sektor perikanan dan kelautan berkelanjutan di Jawa Timur.
“Kegiatan ini menegaskan komitmen ISPIKANI Jawa Timur untuk terus berperan aktif dalam menjembatani ilmu pengetahuan dan kebijakan publik, demi kemajuan sektor perikanan dan peningkatan kesejahteraan masyarakat pesisir,” pungkasnya.


