SURABAYAONLINE.CO, Surabaya – Atlet cabang olahraga (cabor) Kabaddi Surabaya, menjadi perhatian. Pasalnya, selain cilik namun juga berprestasi. Adrian Akbar Putra Alfathir, siswa kelas 2c Madrasah Ibtidaiyah (MI) Karimi Surabaya, pada usia 3 tahun pernah divonis menderita tumor mata.
Pada Kejuaraan Kabaddi Piala KONI 2025, Minggu (14/12/2025) di GOR Gelanggang Remaja, Surabaya, Andrian berhasil mencuri perhatian publik setelah sukses naik podium dalam ajang tersebut. Di balik prestasi gemilangnya, tersimpan perjuangan panjang yang penuh haru dan semangat hidup luar biasa.
Masa kecil yang seharusnya diisi dengan bermain dan belajar, justru harus dijalani dengan serangkaian perawatan medis, termasuk kemoterapi. Meski kini telah satu tahun lebih tidak menjalani kemo, dampak fisik dan psikologis sempat membuat Akbar enggan beraktivitas.
Namun, berkat dukungan orang tua dan lingkungan sekitar, perlahan Akbar kembali bangkit. Ia mulai berani bermain dan berolahraga. Salah satu cabang olahraga yang kemudian ia tekuni adalah Kabaddi. Dari sekadar aktivitas pemulihan, Kabaddi justru menjadi ruang Akbar untuk menyalurkan semangat juang dan kepercayaan dirinya.
“Awalnya Akbar tidak mau beraktivitas, tapi alhamdulillah sekarang sudah mau bermain Kabaddi. Bahkan di Piala KONI 2025 ini, Akbar bisa naik podium,” ungkap Ketua Umum KONI Surabaya, Arderio Hukom dengan penuh haru.
Yang membuat kisah ini semakin menginspirasi, semangat Akbar di lapangan bukan sekadar bermain. Ia tampil penuh penghayatan, berani, dan pantang menyerah. Meski usianya masih sangat belia, Akbar menunjukkan mental juara yang jarang dimiliki anak seusianya.
“Prestasi Akbar di Piala KONI 2025 menjadi bukti bahwa keterbatasan bukanlah penghalang untuk meraih mimpi. Ia ingin memberikan contoh kepada anak-anak seusianya bahwa kondisi apa pun harus dijalani dengan rasa optimistis dan keyakinan,” tutur Arderio.
Kisah Adrian Akbar Putra Alfathir, menjadi pengingat bahwa harapan selalu ada bagi mereka yang mau berjuang. Dari ruang perawatan menuju podium kejuaraan, Akbar telah mengajarkan arti keteguhan hati, keberanian, dan semangat hidup. Sebuah inspirasi bagi anak-anak Indonesia untuk terus bermimpi dan tidak menyerah pada keadaan. (ega)


