SURABAYAONLINE.CO, Surabaya – Pemkot Surabaya tidak menggelar perayaan malam tahun di Balai Kota. Rencananya, di malam pergantian tahun nanti diganti dengan menggelar doa bersama.
Wali Kota Surabaya Eri Cahyadi mengatakan bahwa dalam perayaan malam tahun baru kali ini pemkot tidak menggelar kegiatan yang meriah. Pada saat malam pergantian tahun, ia bersama jajarannya bakal menggelar pengajian dan kegiatan sederhana.
“Karena masih ada saudara kita yang mengalami musibah di Aceh dan Sumatra. Kita tetap berdoa bersama, kita perbanyak doa agar Surabaya terbebas dan terhindar dari bencana, juga menguatkan saudara-saudara kita yang ada di Sumatra,” kata Eri, Sabtu (13/12).
Wali Kota Eri Cahyadi mengaku turut prihatin dengan bencana yang terjadi di Aceh dan Sumatra. Sampai saat ini, ia menjelaskan, sejumlah infrastruktur masih lumpuh dan banyak jalur-jalur yang terputus. “Sampai hari ini perbaikan infrastruktur juga belum berjalan bagus karena putus jalur-jalurnya, sehingga di situlah kita bisa merasakan yang dirasakan oleh saudara-saudara kita di Sumatera,” ujarnya.
Di kesempatan ini, ketua Dewan Pengurus Asosiasi Pemerintah Kota Seluruh Indonesia (Apeksi) itu mengingatkan warga Kota Surabaya untuk turut serta mendoakan masyarakat yang sedang mengalami musibah di Sumatra. Ia juga mengingatkan, agar warga Surabaya tidak merayakan malam tahun baru secara berlebihan.
“Mari kita tidak melakukan kegiatan di tahun baru yang berlebihan, tapi secara sederhana. Ayo, kalau bisa di tahun baru dikumpulkan donasinya, kita kirimkan ke Sumatra,” imbaunya.
Dirinya menambahkan, imbauan ini merupakan bukan larang untuk masyarakat merayakan tahun baru. Akan tetapi sebagai pengingat untuk meningkatkan rasa peduli dengan sesama warga negara Indonesia. “Keluarga, dan tempat usaha seperti hotel-hotel tetap boleh merayakan, nanti aturan-aturannya akan kita sampaikan ke dalam surat edaran,” pungkasnya.(*)


