SURABAYAONLINE.CO, Surabaya – Anak berkebutuhan khusus (ABK) membutuhkan media pembelajaran yang tidak hanya menarik secara visual, tetapi juga memiliki fitur yang mampu menyesuaikan dengan kemampuan dan cara belajar mereka. Karena itu, diperlukan media yang dirancang khusus agar materi dapat disampaikan dengan lebih mudah, inklusif, dan sesuai kebutuhan setiap anak.
Menjawab tantangan tersebut, dosen Universitas Dinamika Surabaya (Undika) mengembangkan sebuah media pembelajaran biologi khusus ABK, yang kini telah disalurkan ke beberapa Sekolah Luar Biasa (SLB) di Jawa Timur. Media ini memuat tiga materi utama, yaitu organ tubuh, sistem pernapasan, dan sistem pencernaan yang disajikan secara interaktif agar lebih mudah dipahami oleh para siswa.
Media pembelajaran yang dinamai Flanatomy: Puzzle 3D Augmented Reality ini merupakan proyek yang dapat membantu anak dengan gangguan Attention Deficit Hyperactivity Disorder (ADHD) yang sering kali mengalami kesulitan fokus dan mempertahankan perhatian dalam proses pembelajaran.
Flanatomy menghadirkan puzzle 3D yang menggunakan bahan kain flanel untuk membantu anak-anak berkebutuhan khusus untuk menstimulasi sensori mereka, sekaligus aman saat digunakan. Potongan-potongan puzzle juga memiliki warna- warna yang sesuai dengan warna organ tubuh asli, sehingga anak-anak dapat lebih mudah mengenali bentuk dan fungsi setiap organ secara visual maupun taktil.
“Dengan Flanatomy, anak-anak bisa menempelkan potongan puzzle sesuai dengan tempatnya. Selain itu, terdapat teknologi augmented reality (AR) yang dapat menarik perhatian mereka dengan memberikan pembelajaran melalui audio dan visual,” tutur Ketua Tim Peneliti Flanatomy Undika Bambang Hariadi, Selasa (9/12).
Proyek yang dibiayai oleh Direktorat Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat, Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi ini telah mencapai tahap final dan sudah dibagikan kepada guru-guru SLB pada acara diseminasi hasil penelitian di Yello Hotel, Selasa (9/12).
Para guru SLB antusias dengan kehadiran flanatomy karena sangat membantu proses pembelajaran siswa. “Melalui Flanatomy, media ini akan sangat bermanfaat bagi anak-anak kami karena dapat menambah keilmuan yang akan mudah dipelajari oleh anak-anak kami,” ucap Kepala SLB Autis Mutiara Hati Surabaya Handoko.
Selain itu, Kepala SLB Putra Mandiri Surabaya Dyajeng Ayu Mega Puspita mengatakan bahwa materi yang disampaikan di Flanatomy sesuai dengan capaian pembelajaran di sekolah. “Selain membantu anak-anak berkebutuhan khusus belajar, Flanatomy juga memudahkan guru dalam memberi ilmu pengetahuan kepada mereka,” ujar Dyajeng.
Kepala Bidang PK-PLK Dinas Pendidikan Jawa Timur Iva Candraningtyas berharap untuk ke depan Flanatomy akan hadir dalam materi yang berbeda sehingga dapat menambah wawasan para anak-anak berkebutuhan khusus.
“Kita memerlukan media pembelajaran yang inklusif seperti Flanatomy ini, karena pendekatan audio, visual, dan taktil sangat membantu siswa dalam memahami konsep biologi. Harapannya, inovasi seperti ini bisa terus berkembang dan merambah ke materi-materi lain agar ilmu pengetahuan bagi anak berkebutuhan khusus semakin luas,” pungkasnya.(*)


