SURABAYAONLINE.CO – Bupati Gresik, Fandi Akhmad Yani, menjadi narasumber utama dalam Seminar Kesehatan bertema “Jaga Diri, Jaga Lingkungan: Waspadai TBC Sebelum Menyebar” yang digelar Dinas Kesehatan Kabupaten Gresik bekerja sama dengan Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Gresik, Selasa (9/12/2025).
Kegiatan tersebut berlangsung di Gedung Nasional Indonesia (GNI) dan diikuti oleh para Kepala Puskesmas serta perwakilan pondok pesantren se-Kabupaten Gresik. Seminar ini menjadi langkah strategis dalam memperkuat edukasi pencegahan TBC (Tuberkulosis) di wilayah Gresik.
Dalam paparannya, Bupati Gresik, Fandi Akhmad Yani, menegaskan bahwa pondok pesantren memiliki potensi risiko penularan TBC yang lebih tinggi karena padatnya hunian.
“Pondok pesantren memiliki risiko penularan yang lebih tinggi. Karena itu, edukasi dan pencegahan harus terus dilakukan,” tegasnya.
Ia mengimbau para wali santri agar segera memeriksakan anaknya ke puskesmas terdekat apabila ditemukan gejala TBC. Jika fasilitas pemeriksaan belum lengkap, puskesmas akan mengirimkan sampel ke fasilitas yang sudah memiliki alat deteksi TBC.
Bupati Yani juga memastikan bahwa layanan pemeriksaan dan pengobatan TBC di Gresik aman, gratis, dan bisa disembuhkan.
“Yang pasti TB bisa sembuh. Saat ini ada 10 puskesmas dengan sistem one stop service yang menangani pemeriksaan TBC secara lengkap, gratis, dan tanpa perlu dirujuk ke RSUD Ibnu Sina,” jelasnya.
Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Gresik, Mukhibatul Khusnah, menyampaikan bahwa Pemkab Gresik menargetkan percepatan penurunan angka kasus TBC.
“Kami menargetkan pada tahun 2028 angka kasus turun menjadi 65 per 100 ribu penduduk. Saat ini masih berada pada 199 per 100 ribu penduduk. Maka upaya pencegahan harus dilakukan bersama-sama,” ungkapnya.
Dalam sesi diskusi, salah satu pimpinan media online di Gresik mengangkat contoh peran perusahaan dalam pengentasan TBC. Disebutkan, PT. Smelting telah mendampingi 950 pasien sejak tahun 2019.
Menanggapi hal tersebut, Kadinkes Gresik menjelaskan bahwa screening TBC di perusahaan telah berjalan melalui puskesmas sesuai wilayah kerja masing-masing.
“Beberapa waktu lalu kami bertemu sejumlah perusahaan termasuk PT. Smelting. Mereka juga menyatakan ingin berkontribusi dalam penanggulangan TBC. Ke depan, kolaborasi ini akan kami perkuat,” terangnya.
Di akhir acara, Bupati Yani mengimbau pondok pesantren untuk menjaga lingkungan tetap sehat, menyediakan ventilasi dan pencahayaan yang baik, membatasi jumlah santri dalam satu kamar, serta membiasakan olahraga minimal 30 menit setiap hari.
Langkah ini diharapkan mampu menekan penyebaran TBC di lingkungan pesantren dan masyarakat Gresik secara luas.


