SURABAYAONLINE.CO – Cuaca ekstrem berupa hujan deras disertai angin kencang melanda Kabupaten Sidoarjo dalam beberapa hari terakhir. Kondisi ini menyebabkan sejumlah titik di 18 kecamatan terdampak genangan air, terutama pada ruas-ruas jalan protokol yang menjadi jalur utama pergerakan masyarakat. Dari sekian titik genangan tersebut, kawasan Jalan Raya Lippo Plaza Sidoarjo menjadi salah satu lokasi yang kembali mengalami banjir cukup parah saat hujan turun dengan intensitas tinggi.
Fenomena ini bukan hal baru bagi warga Sidoarjo. Banjir di depan Lippo Plaza menjadi persoalan tahunan yang selalu muncul setiap awal musim hujan. Namun, curah hujan ekstrem yang terjadi belakangan membuat Pemkab Sidoarjo mengambil langkah lebih agresif dan cepat dalam menangani persoalan tersebut.
Hujan deras yang mengguyur hampir seluruh wilayah Kabupaten Sidoarjo menyebabkan debit air meningkat tajam. Di beberapa kecamatan, air meluber ke jalan raya akibat kapasitas drainase tidak mampu menampung laju air yang sangat cepat. Jalan protokol menjadi lokasi paling terdampak, terutama yang berada di area rendah atau memiliki aliran saluran air yang terbatas.
Di Kecamatan Kota Sidoarjo, Jalan Raya Lippo Plaza kembali tergenang air setinggi 20–40 cm saat hujan mengguyur dengan intensitas tinggi. Genangan ini kerap menghambat arus kendaraan dan membuat pengendara harus melambat atau bahkan memilih rute alternatif. Situasi tersebut mengganggu aktivitas warga, khususnya pada jam-jam pulang kerja dan saat kondisi hujan terjadi tiba-tiba.
Melihat kondisi ini, Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Sidoarjo segera mengambil langkah cepat untuk meminimalisir dampak lanjutan yang dikhawatirkan bisa mengganggu mobilitas serta aktivitas perekonomian masyarakat.
Salah satu langkah paling krusial yang dilakukan Pemkab Sidoarjo adalah menyiapkan dua rumah pompa dan tiga unit pompa portable yang siaga penuh 24 jam di sekitar kawasan Lippo Plaza. Pompa-pompa tersebut ditempatkan di titik-titik strategis yang sering menjadi pusat genangan air.
“Rumah pompa dan pompa portable disiagakan 24 jam. Kalau dirasa kurang, akan kita tambah. Yang penting, begitu muncul genangan, air harus langsung ditarik menggunakan pompa yang ada supaya banjir tidak semakin parah,” ujar Bupati Sidoarjo H. Subandi pada Rabu (12/11/2025).
Langkah ini merupakan antisipasi utama untuk memastikan bahwa begitu air mulai naik, petugas dapat segera melakukan penyedotan tanpa menunggu keadaan bertambah buruk. Operasional pompa tersebut dipastikan berjalan tanpa henti, khususnya di tengah intensnya curah hujan yang diperkirakan masih akan berlanjut.
Selain memastikan pompa bekerja optimal, Pemkab Sidoarjo juga mengerahkan alat-alat berat untuk mengeruk seluruh saluran air di kawasan sekitar Lippo Plaza. Langkah ini dilakukan untuk menghilangkan sedimen, sampah, dan penyumbatan yang menghambat aliran air menuju saluran pembuangan.
Saluran kecil, menengah, hingga selokan besar diperiksa secara menyeluruh. Setiap potensi hambatan dibersihkan agar drainase bisa berfungsi maksimal.
“Kita pastikan semua selokan yang kita bersihkan normal dan lancar. Tidak boleh ada saluran yang tersumbat, karena itu bisa menyebabkan air meluber ke jalan,” tegas Bupati Subandi saat meninjau pengerjaan normalisasi saluran.
Pemkab Sidoarjo juga mengingatkan warga sekitar untuk turut serta menjaga kebersihan lingkungan. Sampah yang dibuang sembarangan menjadi salah satu faktor pemicu drainase tersumbat. Himbauan pun diberikan agar masyarakat aktif menjaga kebersihan selokan di sekitar rumah atau tempat usaha.
Salah satu titik yang paling menjadi perhatian adalah kawasan di bawah jalan tol depan Lippo Plaza. Lokasi ini selama beberapa tahun terakhir selalu menjadi langganan banjir ketika curah hujan tinggi. Genangan di sini cenderung lebih lama surut karena topografi area yang cekung dan saluran pembuangan yang terbatas.
Dengan pengerahan alat berat dan penambahan pompa portable, Pemkab berharap banjir di lokasi tersebut tidak terulang atau setidaknya dapat ditangani dengan cepat.
“Kalaupun hujan deras membuat air meluber, kita pastikan penanganannya cepat. Kita tidak ingin genangan di kawasan jalan tol berlarut-larut dan menyebabkan kemacetan panjang,” ujar Bupati Subandi.
Pada banjir yang terjadi Senin sore sebelumnya, pompa utama di kawasan tersebut diketahui sempat mengalami kerusakan akibat gangguan listrik. Kondisi ini membuat penyedotan air tidak berjalan maksimal sehingga genangan sempat bertambah tinggi.
Bupati Subandi saat itu langsung melakukan inspeksi mendadak. Ia menemukan bahwa pompa utama sempat tidak bekerja akibat padamnya listrik di tengah derasnya hujan.
“Ini pelajaran penting. Kita tidak ingin hal seperti ini terjadi lagi. Perawatan dan pengecekan pompa harus semakin ketat terutama di musim hujan seperti sekarang,” tegasnya.
Begitu listrik kembali normal dan pompa diperbaiki, air yang menggenang langsung dapat ditangani dengan cepat.
Untuk mempercepat proses penyedotan, tambahan pompa portable juga dikerahkan agar air tidak menumpuk terlalu lama pada satu titik.
Menurut Shochib, operator rumah pompa di Jalan Raya Jati, intensitas hujan yang turun memang luar biasa. Pada kejadian sebelumnya, ketika hujan turun sangat deras, air di depan Lippo Plaza langsung meningkat dalam hitungan menit.
“Hujannya deras sekali. Begitu air naik, kita langsung bergerak. Tapi kemarin pompa utama sempat mati karena listrik padam. Itu yang bikin penyedotan tidak maksimal,” ungkap Shochib.
Ketika pompa utama berhenti beroperasi, tiga unit pompa portable segera didatangkan sebagai langkah darurat untuk menahan laju genangan air.
“Pompa portable bantu menyedot air, tapi tenaganya tidak sekuat pompa utama. Kalau listrik sudah normal, rumah pompa langsung kita hidupkan lagi,” jelasnya.
Shochib menambahkan, saat ini dua rumah pompa dan tiga pompa portable sudah siaga penuh. Bahkan pemerintah berencana menambah lagi unit pompa portable untuk mempercepat proses penyedotan di puncak musim hujan.
“Kami di sini siap 24 jam. Begitu cuaca mulai mendung, pompa langsung kami siapkan agar tidak terlambat. Ketika genangan muncul, pompa langsung hidup dan bekerja maksimal,” ujarnya. (adv)


