SURABAYAONLINE.CO, Sidoarjo– Penyakit Tuberkulosis (TB) tak bisa ditangani sektoral. Butuh kolaborasi multipihak dalam mengeliminasi penyakit ini. Apalagi, Jawa Timur memiliki kasus TB yang cukup tinggi.
Hal inilah yang membuat Ikatan Alumni Universitas Airlangga (IKA Unair) Sidoarjo mengadakan Edukasi, Skrining Kesehatan, dan Pengobatan Santri Menuju Indonesia Emas 2045. Kegiatan ini digelar di Pondok Pesantren Al Khoziny, Buduran, Sidoarjo, Kamis (17/7). Sebanyak 1.000 santri menjadi sasaran kegiatan ini.
Dalam kegiatan ini, IKA Unair Sidoarjo mendapat dukungan penuh dari Ikatan Apoteker Indonesia (IAI) Cabang Sidoarjo, RS Mitra Keluarga, Asosiasi Dinas Kesehatan Seluruh Indonesia (Adinkes) Jawa Timur, Crisis Center Dhuafa, RS dan Klinik Mata KMU Sidoarjo, Laboratorium Klinik Prodia, dan Klinik Layar Husada.
Plt Kepala Dinas Kesehatan Sidoarjo dr Lakhsmie Herawati Yuwantina M. Kes dalam sambutannya mengungkapkan bahwa kasus TB di Indonesia peringkat kedua di seluruh dunia. “Kita ingin turunkan angka kesakitan dan bisa segera tuntas di Sidoarjo. Kami berterima kasih kepada IKA Unair Sidoarjo yang menggandeng teman-teman sejawat untuk bersama-sama melakukan screening kasus TB,” kata Lakhsmie.
Perwakilan Pondok Pesantren Al Khoziny Muhammad Yunus berterima kasih karena IKA Unair Sidoarjo memilih ponpesnya untuk kegiatan ini. “Memang banyak santri di pondok yang batuk-batuk. Entah apa ini karena musimnya atau apa. Dengan kegiatan ini kami lebih tahu kesehatan santri di pondok,” ungkapnya.
Raihan Rafa Aldiansyah, 14 tahun, salah satu santri Pondok Pesantren Al Khoziny mengaku sangat senang dengan kegiatan ini. “Saya bisa mengetahui kondisi kesehatan saya sendiri. Teman-teman juga mendapatkan pemeriksaan dari tenaga-tenaga kesehatan yang profesional,” ucap santri asal Bangkalan ini.(*)


