SURABAYAONLINE.CO — Kantor Biro Bantuan Hukum (BBH) Damar Indonesia bersama Federasi Serikat Pekerja menggelar aksi unjuk rasa di depan PT Tedmonindo Pratama Semesta, Senin (7/7/2025), menuntut pemenuhan hak-hak pekerja yang belum dipenuhi oleh pihak perusahaan.

Aksi yang berlangsung damai dan tertib ini dipimpin oleh Wahyu Cecario selaku Koordinator Lapangan (Korlap), dan didukung puluhan massa yang membawa spanduk berisi seruan keadilan, seperti “Bayarkan Upah Kami” dan “Hentikan PHK Sepihak”.

Dalam orasinya, Wahyu menegaskan bahwa PT Tedmonindo harus segera menyelesaikan kekurangan pembayaran upah kepada sejumlah pekerja. Ia juga mengecam tindakan perusahaan yang memaksa pekerja untuk mengundurkan diri tanpa dasar hukum yang jelas.

“Banyak pekerja yang dipaksa mundur tanpa kejelasan, tanpa hak. Ini mencederai prinsip keadilan dalam hubungan industrial,” ujar Wahyu di depan gerbang pabrik.

Massa aksi juga menuntut pembayaran pesangon, uang penghargaan masa kerja, dan kompensasi lainnya kepada pekerja tetap yang diberhentikan secara sepihak. Mereka menilai proses Pemutusan Hubungan Kerja (PHK) tersebut tidak mengikuti ketentuan hukum ketenagakerjaan yang berlaku.

Salah satu mantan karyawan PT Tedmonindo, Rozi, mengungkapkan kondisi yang tidak kondusif di internal perusahaan. Ia menuding ada praktik tekanan dari sesama karyawan yang memiliki kedekatan dengan manajemen.

“Karakter orang-orangnya Raymond itu cari muka di depan bosnya, tidak ada solidaritas antar karyawan. Malah saat dia ditempatkan di bagian strategis, dia menekan kami,” kata Rozi.

BBH Damar Indonesia juga mendesak pencabutan surat mutasi yang dianggap menekan pekerja, serta meminta perusahaan membuka ruang dialog bersama pekerja dan perwakilan hukum.

“Kami hadir bukan untuk menciptakan konflik, tapi untuk memastikan hak-hak pekerja dilindungi oleh hukum. PT Tedmonindo harus bertanggung jawab atas tindakan-tindakan yang merugikan pekerja,” tegas Wahyu.

Massa menyatakan akan terus melanjutkan aksi jika tuntutan tidak direspons secara konkret oleh manajemen PT Tedmonindo. Wahyu bahkan menegaskan, mereka siap melakukan aksi lanjutan dalam bentuk pendudukan.

“Kalau hari ini tidak ada titik temu, kami akan duduki pabrik dengan massa lebih besar lagi. Kami akan dirikan tenda di depan gerbang ini sampai hak kami dipenuhi,” serunya.

Aksi ini mendapat pengawalan ketat dari aparat kepolisian dan berlangsung dengan damai. BBH Damar Indonesia berkomitmen untuk terus mengawal perjuangan para buruh demi keadilan dan perlindungan hukum. (Rin)

Share.

Comments are closed.

Exit mobile version