SURABAYAONLINE.CO, Lamongan – Limbah atau sisa produk olahan bandeng ternyata bisa laku dan menghasilkan cuan. Upaya ini dilakukan Pondok Pesantren (Ponpes) Thoriqussalam, Kabupaten Lamongan.
Ponpes Thoriqussalam Kabupaten Lamongan membuat inovasi baru dengan menciptakan produk kerupuk duri ikan bandeng. Semula, pembuatan produk ini berawal dari latar belakang kurang adanya pemanfaatan sisa produksi olahan bandeng. Produk ini diharapkan bisa menjadi salah satu produk unggulan terbaru Kabupaten Lamongan.
“Kami memilih bisnis olahan dari bahan baku duri ikan bandeng dikarenakan kurang adanya pemanfaatan sisa produksi dari olahan bandeng. Kami berharap bisa menjadi salah satu produk unggulan Lamongan,” jelas Pengurus Ponpes Thoriqussalam Achmad Ali Murtadho Achmad.
Usaha kerupuk duri bandeng pertama kali dilakukan pada tahun 2020 bertepatan dengan Hari Santri Nasional, 22 Oktober. Sumber produksinya diambil dari pabrik-pabrik yang khusus mengolah otak-otak bandeng di Lamongan.
“Duri ikan bandeng kita olah dengan cara dipresto. Lalu digiling halus menjadi seperti tepung. Kemudian bisa dimanfaatkan jadi bahan campuran untuk kerupuk. Sekali produksi, kami menghasilkan sekitar 25 kilogram per harinya,” terang Achmad.
Terkait pemasaran, menurut Achmad, tidak begitu mengalami kesulitan. Pasalnya, setiap ada pameran atau event untuk menyosialisasikan produk, pihaknya akan menjelaskan tuntas. Sampai customer ingin mencoba bagaimana rasanya duri ikan.
“Tetapi kebanyakan customer ketika melihat judul Kerupuk Duri Ikan Bandeng saja sudah penasaran untuk mencobanya. Apalagi diketahui duri ikan bandeng banyak mengandung kalsium yang sangat tinggi,” terangnya.
Dikatakan Achmad, Kerupuk Duri Ikan Bandeng berada di bawah label J&Z Lamongan yang dikelola oleh Yayasan Ponpes Thoriqussalam. Di dalam label J&Z Lamongan, selain Kerupuk Duri Ikan Bandeng, juga punya produk unggulan lainnya. Seperti abon kalsium, keripik ikan kakap, dan sambal bandeng oven.
Masing-masing produk unggulan tersebut memiliki harga yang berbeda per bungkusnya. Untuk Kerupuk Duri Ikan Bandeng dan Keripik Ikan Kakap dibandrol seharga Rp 15 ribu per bungkus dengan porsi satu ons. Sedangkan untuk Sambal Bandeng Oven harganya Rp 25 ribu per bungkus dengan porsi satu setengah ons.
“Pemasaran produk kami ini dilakukan oleh semua anggota Koperasi Pondok Pesantren (Kopontren) Thoriqussalam. Strategi pemasaran kami, yaitu dari mouth of mouth, lewat online sosmed, marketplace , dan konsinyasi dengan pusat oleh-oleh di Lamongan,” tuturnya.
Agar bisnis ini terus berjalan, pihaknya selalu semangat berkarya, semangat memajukan UMKM pesantren, dan mengembangkan jiwa entrepreneur pada santri-santri. Bahkan berencana mengembangan bisnis ini bisa masuk pasar retail dan bisa ekspor.
Menurut Achmad, ada beberapa manfaat yang dirasakan oleh Ponpes Thoriqussalam dari menjalankan bisnis ini. Manfaat itu di antaranya nama pesantren lebih dikenal oleh masyarakat luas. Serta dapat pemasukan dana atau kas dari keuntungan penjualan.
Produk unggulan Ponpes Thoriqussalam merupakan salah satu peserta dari program One Pesantren One Product (OPOP) yang digagas oleh Pemprov Jawa Timur. Program OPOP bertujuan untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat berbasis pondok pesantren melalui pemberdayaan santri, pesantren, dan alumni pondok pesantren.(*)


