SURABAYAONLINE.CO | Sumenep – Warga Kepulauan Masalembu, Kabupaten Sumenep, Madura mengalami kelangkaan BBM jenis solar beberapa hari ini.
“Sudah beberapa hari ini Konsumen khusunya nelayan kesulitan membeli Solar di beberapa toko/ kios,” kata salah satu Warga Kepulauan Masalembu berinisial HU, Selasa (16/8).
Padahal, kata dia, kapal tanker Pertamina yang membawa BBM untuk Pulau Masalembu baru saja datang di awal bulan Agustus 2022.
Menurutnya, data dari Pertamina Wilayah Jatim, kuota BBM untuk 2 APMS (agen premium minyak dan solar) di Masalembu pada Agustus 2022, Pertalite sebanyak 80 KL dan Solar 256 KL.
“Jika dilihat dari banyaknya kuota BBM untuk Masalembu, harusnya ini jauh dari cukup, namun fakta dilapangan jauh panggang dari api. Konsumen masih saja mengalami kesulitan mendapatkan BBM jenis Solar,” ujarnya
Apalagi, lanjutnya, pembelian Solar di APMS dibatasi 15 orang setiap harinya. Perorangan dibatasi 10 liter.” Ketika dilihat dari kebutuhan nelayan, setiap harinya membutuhkan 10 liter. Artinya sangat kurang,” paparnya
Pihaknya menduga, kelangkaan BBM di Pulau Masalembu karen dijual ke luar wilayah serta ke kapal cantrang. Padahal lanjutnya, BBM jenis Solar yang ada di Pulau Masalembu Bersubsidi dan sudah jelas-jelas dilarang dijual ke luar wilayah.
“Pertamina, pihak terkait dan Pemerintah harus bertanggung jawab atas terjadinya kelangkaan BBM di Pulau Masalembu, tidak boleh lepas tangan begitu saja,” tegasnya
Sementara Pengelola SPBU Kompak Moh. Mansyur mengatakan serba repot. Sebab, jika BBM di Masalembu banyak dan para nelayan tidak melaut maka BBM tidak terbeli. Sedangkan setiap bulan harus menebus.
“Dimana jalan kelurnya. Kalau tidak ditebus akan mengalami kelangkaan,” katanya
Pihaknya mengaku sudah mengatakan kepada Muspika setempat, jika stok melimpah dan ada yang keluar harus satu pintu melewati Dermaga. Jika jalur lain diintruksikan untuk ditangkap.”kalau secara moral ada orang butuh masak tidak mau dikasih,” dalihnya
“Kalau ada yang dijual ke luar daerah, itu pedagang yang diproses. Seandainya nelayan dari luar daerah langsung membeli ke POM maka itu tanggungjawab kami,” ujarnya
Sementara Menejer Area Pertamina Wilayah Jawa Timur Adip mengaku akan melakukan pengecekan kondisi termasuk penyaluran di Masalembu.”Mohon izin nanti bisa berdiskusi lagi,” singkatnya.
Kepala Syahbandar Masalembu Slamet mengaku jika Informasi tersebut ada.” tapi alhamdulillah masih ada orang nelayan yang beli,” katanya
Ditanyak terkait kelangkaan karena dugaan dijual ke luar daerah dan kapal cantrang, pihaknya mengaku kurang mengetahui.”Tapi kemarin kelompok nelayan dan pengelola apms sudah bertemu dan insyaAllah kata pengelola apms akan di bantu suplay di desa sukajeruk, kebetulan disaksikan pihak syhbandar dan polsek Masalembu,” katanya.(Upek)


