SURABAYAONLINE.CO – Komisi B DPRD Jawa Timur melakukan pengawasan rencana dan strategi dari Dinas Kehutanan (Dishut) Provinsi Jatim, guna mencegah terjadinya bencana akibat parameter meteorologi seperti banjir, tanah longsor, puting beliung, kekeringan dan gelombang tinggi di Jawa Timur.
H. Alyadi Mustofa, SIP yang merupakan Ketua Komisi B DPRD Jatim menyampaikan bahwa Komisi B DPRD Jawa Timur bersama Dinas Kehutanan Jawa Timur (Dishut Jatim) akan mempertajam materi perhutanan sosial agar dapat menjawab dinamika yang ditemukan di lapangan.
Disampaikan bahwa Komisi B akan melakukan pengawasan rencana dan strategi dari Dinas Kehutanan Provinsi Jatim agar bencana hidrometeorologi bisa dihindari.
“Untuk fokus kepada perhutanan sosial yang memiliki banyak dinamika di lapangan, Dinas Kehutanan Provinsi Jawa Timur harus betul-betul punya strategi untuk kedepannya, terutama dalam menghadapi permasalahan-permasalahan yang muncul,” ujar H. Aliyadi di Gedung DPRD Jatim, Senin (31/1).
Di lain kesempatan, Wakil Ketua Komisi B DPRD Jawa Timur H. Mahdi, SE, SH mengatakan pihaknya akan mengunjungi Cabang Dinas Kehutanan dalam rangka ingin mengetahui langsung terkait Perhutanan Sosial yang dikelola oleh Dinas Kehutanan Provinsi Jawa Timur.
“Tadi juga sudah dijelaskan oleh Pak Ketua dan nantinya kita akan melakukan pengawasan kembali terhadap rencana-rencana Dinas Kehutanan terkait,” kata H. Mahdi.
Hal senada juga diungkapkan oleh Anggota Komisi B DPRD Jatim, Dr.Ir. Daniel Rohi, M.Eng, Sc. Menurut Daniel Rohi, target penutupan hutan sudah hampir tercapai. Kedepannya Komisi B akan mendorong supaya penutupan lahan itu bisa sesuai target yang sudah ditetapkan.
“Di lain sisi perlu adanya sinergi yang baik antara masyarakat dengan pengelola hutan agar hutan tersebut dapat bernilai ekonomis bagi masyarakat setempat,” tutup Daniel Rohi.


