Kemendag Ungkap 31.553 Depot Air Minum Tidak Higeinis Demi Lindungi Konsumen

SURABAYAONLINE.CO – Pemerintah indonesia melalui Kementrian perdagangan melakukan perlindungan konsumen melalui terungkapnya pelanggaran dari Depot Air Minum (DAM).

Melalui Direktorat Jenderal Perlindungan Konsumen dan Tertib Niaga (PKTN), Kemendag menemukan beberapa dugaan pelanggaran terkait perlindungan konsumen. Salah satunya, sebanyak 31.553 Depot Air Minum (DAM) tidak layak Higienitas Sanitas Pangan (HSP). Dari total 60.272 DAM yang tercatat, hanya 28.719 yang layak.

Fakta ini diutaran oleh Direktur Jenderal PKTN, Veri Anggrijono dalam paparannya pada diskusi panel Penyuluhan Perlindungan Konsumen yang digelar di Aston Banyuwangi Hotel and Conference Center, Banyuwangi, Jawa Timur pada hari ini, Selasa (12/10/21), dikutip dari laman resmi Kemendag RI.

“Dugaan pelanggaran DAM lainnya meliputi alat ultraviolet (UV) yang sebagian besar melewati batas maksimal pemakaian serta hanya 1.183 yang bersertifikat dan 28.719 yang Layak Higienitas Sanitas Pangan (HSP) dari 60.272 DAM isi ulang yang tercatat. Banyak pula DAM menyediakan galon bermerek dan stok air minum dalam wadah siap dijual yang melanggar ketentuan dan merugikan perusahaan pemilik galon,” ujar Veri.

Tidak berdiam diri saja, Direktorat Jenderal Perlindungan Konsumen dan Tertib Niaga memastikan akan terus menggalakkan pelaksanaan kegiatan perlindungan konsumen.

Kegiatan tersebut meliputi pendidikan usia dini, pembinaan pelaku usaha untuk pemenuhan standar dan pengendalian mutu; pengawasan barang beredar; dan pengukuran dan takaran secara tepat. Tidak ketinggalan memastikan tertib niaga di semua pasar dan gerai transaksi perdagangan.

“Di samping pelaku usaha yang harus memiliki rasa bertanggung jawab, konsumen yang cerdas, teliti, serta memahami hak dan kewajiban sangatlah dibutuhkan dalam rangka mewujudkan iklim perdagangan yang baik,” ungkap Veri. (Vega)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *