Kolaborasi Antara Taksi Online, Driver, dan Pemilik Kendaraan

Catatan : Ir. Muhammmad Rudiansyah

 

SURABAYAONLINE.CO – Industri kendaraan butuh market atas barang-barang yang diproduksinya. Di Indonesia lifestyle sudah menjadi akar yang kuat dalam mencapai reputasi sosial. Mungkin hanya di Indonesia yang mana setiap tahun masyarakatnya rela untuk membeli handphone terbaru hanya demi mencapai status sosial agar dipandang sebagai warga yang mampu dan kekinian. Begitu pula dengan kendaraan, apakah masyarakat Indonesia lebih mengejar status sosial dengan berkendara menggunakan mobil baru daripada memikirkan resiko biaya di baliknya.

Beberapa kasus ada seseorang yang membeli mobil baru dengan tujuan menjadi driver online tanpa memperhitungkan kemampuan. Tabungan sedikit digunakan untuk dp mobil baru, lalu pada kenyataannya uang yang dihasilkan hanya mampu untuk menutup biaya operasional saja. Banyak kejadian di tengah masa kredit, pemohon tidak bisa membayar cicilan lalu unit tersebut disita oleh pihak leasing. Sudah kehilangan tabungan untuk dp, sekarang sudah tidak punya unit lagi untuk “narik” taksi online.

Salah satu siasat adalah dengan bekerja sama dengan pemilik kendaraan supaya mobil ini bisa digunakan untuk antar jemput online sehingga memperoleh nilai produktifitas yang tinggi. Pagi kita diantar supir untuk menuju kantor, lalu mobil tadi dipakai supir untuk mengantarkan penumpang online, sorenya baru menjemput kita untuk pulang ke rumah. Tentu dengan catatan bahwa supir atau pihak ketiga yang melakukan kerjasama ini memiliki tanggung jawab yang tinggi.

Hal-hal ini yang dari awal harusnya pemerintah, pengamat, akademisi ingatkan bahwa menghitung dan mengukur kemampuan calon pembeli mobil baru yang memiliki keinginan untuk menjadi driver taksi online. merupakan hal yang sangat penting. Masyarakat harus menghitung dengan cermat nilai manfaat sebelum membeli mobil baru, apalagi hanya digunakan untuk menjadi mitra pengemudi taksi online.

Sehingga solusinya adalah masyarakat yang ingin menjadi supir taksi online bisa bekerja-sama dengan pemilik mobil untuk mempekerjakan kendaraannya yang idel selama jam kantor. Pihak penyedia jasa transportasi online hendaknya melakukan kolaborasi dan koordinasi dengan pemilik kendaraan dan calon driver baru untuk mengoptimalkan kendaraan-kendaraan yang ada agar tercipta ekosistem ekonomi yang produktif dan menguntungkan semua pihak. Pemerintah juga bisa menyediakan jalan dengan kebijakan-kebijakan yang mendukung semua pihak terkait.

 

Editor : Fahmi Alfian

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *