PT Bank Tabungan Negara (Persero) Tbk (BTN) menyelenggarakan akad kredit (KPR) secara massal kepada 7500 debitur perumahan, sebagai bagian dari momen peringatan Hari Perumahan Nasional (Hapernas) yang jatuh pada 25 Agustus 2021.
Hapernas selalu diperingati setiap tahun oleh seluruh entitas bisnis realestat, stake-holder dan pemangku sektor perumahan, yang selama ini bertindak membantu pemerintah dalam kewajibannya menyediakan rumah hunian bagi warga masyarakat, sebagaimana diamanatkan UUD 1945.
Dirut Bank BTN Haru Koesmahargyo mengatakan, dalam memeriahkan Hapernas 2021, BTN menggelar akad KPR massal terhadap 7.500 debitur perumahan, baik kredit konvensional maupun syariah. “Akad KPR massal merupakan bukti bahwa permintaan rumah hunian, khususnya yang bersubsidi, masih sangat tinggi,” kata Haru melalui siaran resminya.
Tingginya permintaan rumah, kata Haru, menjadikan Bank BTN optimistis untuk meraih target KPR terhadap 10.000 debitur hingga akhir Agustus 2021. Terlebih lagi bank plat merah yang mengkhususkan pada sektor perumahan ini sudah mendapatkan tambahan dana subsidii dari pemerintah.
Sementara untuk alokasi anggaran rumah subsidi tahun depan, Bank BTN memperkirakan mendapat Rp 28,2 triliun, yang sepenuhnya diperuntukkan membantu pemerintah dalam upayanya mempercepat mewujudkan pemenuhan papan bagi rakyat melalui fasilitas likuiditas pembiayaan perumahan (FLPP).
Khusus rumah subsidi, BTN berharap bisa merealisasi lebih banyak lagi KPR kepada MBR di 2022. Pada tahun – tahun sebelumnya, BTN rata – rata hanya menyalurkan sekitar 200.000 unit rumah. (*)


