Kampung Kreasi Gresik, Gandengkan Edukasi Sampah dan Urban Farming

SURABAYAONLINE.CO, GRESIK – Satu lagi inovasi kreatif masyarakat Gresik. Kali ini warga Kelurahan Sidokumpul Kecamatan Gresik Kota, menciptakan Kampung Kreasi sebagai wahana edukasi persampahan dan urban farming.

Padahal, tiga tahun lalu wilayah tersebut masuk kawasan kumuh. Namun karena kesadaran warganya berubah, sekarang mereka bisa mengelola sampah dengan sistem 3R (Reuse, Reduce, dan Recycle).

Sebagai apresiasi, Bupati Gresik Fandi Akhmad Yani meresmikan Kampung Kreasi, Rabu (2/6) pagi,

‘Kampung ini bisa menjadi pilot project sehingga diadopsi di wilayah lain atau lingkungan OPD. Ini hasil karya kolaborasi hebat dari karang taruna, masyarakat. Ini juga ada bantuan dari satu Korporasi Pertamina Lubricant dan didampingi Dinas LH. Ini satu frekuensi,” kata Bupati Yani.

Gus Yani menyatakan, di kampung ini masyarakat memiliki penghasilan tambahan dengan mengubah dan daur ulang sampah plastik.

Selain itu, masyarakat juga memulai mengembangkan pertanian dan perikanan dengan memanfaatkan lahan sempit di wilayah perkotaan dengan pola pertanian hidroponik.

Setelah berjalan-jalan di Kampung Kreasi, pengunjung juga bisa menikmati kopi membayar dengan sampah plastik dan kertas. Satu kilogram sampah, ditukar dengan satu cangkir kopi hitam.

Ketua Pokdarwis Kelurahan Sidokumpul, Imam Wahyu menceritakan, dahulu kampungnya dikenal sebagai kawasan kumuh di tengah kota. Apalagi, pada tahun 80-an merupakan kawasan pemulung.

Namun lambat laun sekelompok pemuda memberikan edukasi, pentingnya menjaga alam dan kebersihan lingkungan.

Konsep urban farming dan kampung kreasi ini, ujar Wahyu, berawal dari berdirinya Kopi Sampah pada 2019.

“Ke depan, konsepnya adalah wisata yang akan menambah daya tarik dan menjadikan sektor ekonomi masyarakat naik. Di sini masyarakat bisa jual aneka oleh-oleh dan souvernir serta bibit sayuran,” tambahnya

Berdirinya kampung kreasi dan kopi sampah tak terlepas dari peran perusahaan sekitar, salah satunya PT Pertamina Lubricants.

Manager Production Unit Gresik Dody Arief Aditya, mengatakan melalui program CSR, perusahaan ikut komitmen untuk mulai mengurangi penggunaan plastik maupun sampah lapak.

Kehadiran kopi sampah, tambah Dody telah berperan aktif dalam mengurangi jumlah sampah kering di wilayah Kelurahan Sidokumpul.

“Bahkan, kegiatan ini berhasil mengurangu sampah yang ke TPS sebesar 1 ton sampah kering atau 0,082 persen,” katanya. (san)