Bahasa Inggris Tidak Masuk Mapel, Puluhan Guru SD di Gresik Nganggur

SURABAYAONLINE.CO, GRESIK – Puluhan guru Sekolah Dasar (SD) yang tergabung dalam Kelompok Kerja Guru (KKG) mata pelajaran Bahasa Inggris, sekarang banyak yang menganggur.

Ngatijan pembina KKG mengatakan, sejak berlakunya kurikulum 2013, pelajaran Bahasa Inggris untuk SD tidak lagi menjadi mata pelajaran (mapel) di sekolah.

Hanya beberapa sekolah yang memberlakukan mapel Bahasa inggris sebagai muatan lokal (mulok), bahkan beberapa SD malah hanya menjadikannya sebagai kegiatan ekstra kurikuler (ekskul).

“Akibatnya banyak guru anggota kita yang tidak mendapatkan jam mengajar, sehingga tidak bisa lagi mengajarkan Bahasa inggris di sekolah,” ujar Ngatijan.

Diakuinya, memang ada sedikit solusi, mereka bergabung ke SMP. Tapi masalahnya, di setiap SMP sudah ada guru mapel Bahasa Inggris serta jam mengajarnya juga dikurangi

Ketua KKG Kadek Ayu menambahkan, akibat tidak adanya jam mengajar, mereka tidak mendapat tunjangan sertifikasi.

KKG menilai, Peraturan Bupati (Perbup) yang lama kurang mendukung. Untuk itu pihaknya berharap Pemkab Gresik baru ini, membuat Perbup yang baru untuk menguatkan mereka bisa mengajar kembali.

“Kami menganggap Pendidikan Bahasa Inggris masih sangat diperlukan, setidaknya bisa menjadi mulok yang diajarkan di seluruh SD di Kabupaten Gresik,” pinta Kadek Ayu.

Menanggapi keluhan itu, Wakil Bupati Gresik Aminatun Habibah berjanji akan mengkonsultasikan ke Bagian Hukum Pemkab Gresik.

“Saya dulu pengajar Bahasa inggris, tentu sangat tahu betul keinginan saudara. Namun demikian, saya tetap akan mengkonsultasikan dengan Dinas Pendidikan serta dengan Bagian Hukum Pemkab Gresik” katanya saat menerima rombongan KKG di ruang rapat Wakil Bupati Gresik, Kamis (15/4). (san)