SURABAYAONLINE.CO, Sumenep– Akibat cuaca ekstrem Kapal Perahu (KM) Berhasil II tenggelam di perairan pulau Gili Raja, Kecamatan Gili Genting, Kabupaten Sumenep, pada Minggu 14 Februari 2021 sekira pukul 21.00
Menurut Kepala Desa Lobuk, Mohammad Saleh, saat dikonfirmasi mengatakan, kapal atau perahu jenis slerek ini adalah milik H. Saiful Hidayat yang berangkat melaut dengan jumlah Anaka Buah Kapal (ABK) sebanyak 19 orang pada hari Minggu Sore.
“Tadi pagi saya mendapat kabar langsung dari yang punya bahwa telah terjadi Lakalaut,” terangnya, Senin 15 Februari 2021.
Ia memprediksi kejadian tenggelamnya KM Berhasil II pada malam hari, karena kata dia, pada saat kapal berangkat sore hari cuaca sedang dalam keadaan baik. Namun sekira jam 20.00 Wib tiba-tiba kondisi cuaca berubah drastis, angin kencang disertai hujan deras membuat perahu tak bisa dikendalikan hingga akhirnya terbalik.
“Sebenarnya cuaca sejak sore kemarin itu masih aman. Hanya saja tadi malam sekitar pukul setengah 8 itu angin tiba-tiba datang. Mungkin waktu itu kejadiannya,” timpalnya.
Mendapati informasi pihak Kepolisian langsung menerjunkan tim dibantu oleh TNI dan Basarnas, untuk melakukan pencarian korban, “ya benar. Kita masih terjunkan tim ke lokasi, nanti menyusul ya keterangannya. Ini saya masih di Kalianget,” ucap Kasubbag Humas Polres Sumenep AKP Widiarti singkat.
Sampai saat ini Tim SAR terus melakukan pencarian korban dan sudah berhasil menyelamatkan 16 orang ABK dalam kondisi selamat, sementara untuk 3 orang lain nya masih dalam tahap pencarian
“Ada 16 orang yang dilaporkan selamat, sementara 3 ABK masih dalam pencarian,” kata Kepala Desa Lobuk, Moh Saleh
Ia berharap ada bantuan dan kordinasi dsri pihak-pihak terkait, agar para korban yang sudah ditemukan segera mendapatkan pertolongan medis, “Kami berharap kepada pihak terkait untuk membantu koordinasi bagaimana korban yang hilang dapat ditemukan, sementara yang selamat bisa mendapatkan pertolongan pertama,” harapanya
Ditemui di lokasi, Kapolsek Bluto, AKP Suhaeri menyampaikan, saat ini pihaknya bersama Tim BPBD, Polairud dan Basarnas tengah melakukan upaya pencarian korban yang belum ditemukan.
“Kita sudah berkoordinasi dengan BPBD, kabarnya saat KM Berhasil II pecah, ABK berhamburan, kemudian diselamatkan kapal nelayan lainnya. Nakhodanya H. Hasyim,” katanya.
Ia menambahkan, 16 korban yang selamat saat ini masih berada di tengah laut di kapal motor nelayan lain. “Kalau tim kita sudah turun mencari 3 nelayan yang hilang,” tegasnya.
Terpisah, pemilik KM Berhasil II, H. Syaiful Hidayat menyebutkan, perahu miliknya dinahkodai oleh warga Gili Mandangin, Sampang. Sementara ABK-nya, masing-masing dari Desa Prenduan, Talangsiring, dan dari Desa Lobuk sendiri.
“Doanya ya, semoga ABP dapat terselamatkan. Sebagai pemilih kami memohon doanya,” terangnya. Thofu


