SURABAYAONLINE.CO, GRESIK – Menteri Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan (Menko PMK) Muhadjir Effendy menyebut, pemerintah saat ini berupaya agar vaksin Covid-19 bisa diproduksi massal dan diberikan ke 60 juta orang secara gratis.
Muhadjir menekankan jika masyarakat yang mendapatkan suntik vaksin akan didata secara terperinci, sehingga jelas dan tepat sasaran.
“Yang mendapatkan vaksin itu by name, by address, jadi orangnya jelas, kenapa dia divaksin, itu harus ada alasan yang jelas,,” kata Menko Muhadjir saat kunjungan kerja di Gresik Jumat (13/11) siang.
Mantan Menteri Pendidikan ini menjelaskan, dari hasil rapat kerja bersama Menkes dan sudah disampaikan ke Presiden Joko Widodo, bahwa vaksin bakal diberikan secara gratis kepada 60 juta warga.
“Sudah disampaikan kepada Presiden itu nanti yang vaksinasi ditanggung oleh pemerintah termasuk penerima BPJS yang biayanya ditanggung oleh pemerintah seperti peserta PBI (Penerima bantuan iuran),” imbuhnya.
Selain pemberian vaksin gratis, pemerintah juga mendorong masyarakat melakukan vaksinasi mandiri. Misalnya, ketika karyawan ingin melakukan vaksin yang nantinya dibiayai oleh perusahaan tersebut.
Muhadjir memperkirakan jika tak ada halangan serta semua sudah siap, maka vaksinasi tersebut akan dimulai pada minggu ketiga nulan Desember.
Muhadjir menyebutkan, Presiden telah memberikan arahan agar vaksinasi bisa tepat sasaran. Nanti, pemerintah akan menghitung berapa persen wilayah yang terkena dan harus diamankan dengan vaksinasi.
Semisal, jika tentara jumlahnya 600 ribu tapi pihaknya hanya akan vaksinasi 50 ribu saja. Guru dan tenaga pendidik, juga demikian jika ada 4 juta mungkin hanya 1 juta yang divaksin.
” Presiden wanti-wanti vaksinasi Covid-19 by name, by addres, karena tidak semua lokasi harus divaksin, karena itu kalau WHO menerapkan 70 persen dari total penduduk itu asumsinya kalau semua penduduk itu terkena Covid-19,” ungkap Menko PMK RI, Muhadjir Effendy. (san)


