SURABAYAONLINE.CO , MUNA-Dua hari lalu tepatnya (7/11/2020) Deklarasi Damai dalam rangka Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) 9 Desember 2020, antara Kubu pasangan calon ( Paslon) LM Rusman Emba – Bachrun dengan berakronim Terbaik dan Kubu Paslon LM Rajiun Tumada – H La Pili yang berakronim RAPI, telah menandatangani kesepakatan penyelenggaraan Pilkada Aman, Damai ,Kondusif dan Sehat yang disaksikan oleh Kapolres Muna, Ketua KPUD Muna dan Ketua Bawaslu Muna.

Namun kenyataannya Deklarasi Damai itu tidak mampu dilksanakan satu kelompok paslon. Buktinya kejadian yang menimpa Paslon RAPI pada Senin (10/11/2020) sekira pukul 18.00 Wita, usai melakukan kampanye di Desa Wakorambu Kecamatan Batalaiworu Muna bersama iring iringan sumpatisannya di poros Jalan Gatot Subroto Raha – Tampo, di palak oleh sekelompok massa yang di duga adalah pendukung paslon lain dengan merebah pohon di jalan.

Menanggapi hal itu Ketua Tim Pemenangan RAPI, Muhammad Aksa menyatakan bahwa apa yang sudah disepakati di Polres Muna itu tidak di patuhi oleh pihak Paslon sebelah. ” Deklarasi Damai itu sudah di langgar oleh Pihak Sebelah,” tegasnya.

Hal serupa dikatakan Muharam Ketua Satgas RAPI yang ikut membubui tandatangan dalam Deklarasi Damai itu bahwa tidak semestinya hal itu terjadi, karena kita sudah bersepakat untuk menggelar Pilkada Damai.

” Bukan saja kita kedua kubu Paslon yang bersepakat, namun disitu ada Kepolisian dalam hal ini Polres Muna, yang diberikan mandat oleh Negara ini untuk profesional, juga harusnya turut andil menjalankan kesepakatan itu. Terutama Kepolisian, karena merekalah yang berkompeten dalam menjaga stabilitas Kemanan dan Ketertiban di wilayah Kabupaten Muna ini, di masa masa Pilkada berlangsung ini. Jangan kami yang memiliki jadwal Kampanye kami juga yang mau di bubarkan. Merekalah yang seharusnya di bubarkan karena mereka yang menghadang kami di jalan poros Nasional dan tidak memiliki jadwal Kampanye,”Tegas Muharam pada wartawan Muna , Selasa (11/11/2020).

Ditambahkan, atas kesepakatan itu pihak RAPI atas kejadian yang menimpah kami Senin sore kemarin hingga malam itu, yang di palak dijalan oleh kelompok massa pihak paslon sebelah kami tetap patuh dengan apa yang sudah kami sepakati di Polres Muna itu.

“Jika kami paksakan, walaupun kami terus ditembaki dengan menggunakan peluru gas air mata, kasian kan daerah kita ini. Kami masih cinta Daerah ini, kami masih sayang saudara saudara kita di Muna. Kita tidak inginkan ada perpecahan hanya karena berbeda pilihan, Kami itu di Kubu RAPI sangat mengharapkan Pilkada Damai, Pilkada yang Sehat dan selalu menahan diri,” pungkasnya.

Saat sitanyai bagaimana dengan hasil Kesepakatan yang di Deklarasikan di Polres Muna itu ? Muharam dengan tegas menyatakan bahwa Deklarasi itu hanya omong kosong belaka.

” Masa sih hanya kami pihak RAPI saja yang menjunjung tinggi nilai nilai kesepakatan itu. Sementara pihak sebelah dengan kelompok massa yang banyak dan tidak miliki Jadwal Kampanye di biarkan begitu saja oleh Kepolisian melakukan pemalangan di jalan. Harusnya mereka itu di tangkap, karena berusaha mengacaukan Pilkada. Polisi harus netral lah. Perlihatkan profesional kerjanya kepada Bangsa ini. Agar pilkada ini berjalan aman , damai dan sehat. Seperti yang ditanda tangani Kapolres Muna dalam kesepakatan Damai itu,” tutupnya.

Kapolres Muna AKBP Debby Asri Nugroho yang berusaha di konfirmasi oleh awak media di Muna, baik melalui telepon genggamnya maupun WhatsApp-nya, tidak menjawab terkait Deklarasi Damai yang di gelar di kesatuannya itu. Begitu pula terkait penghadangan terhadap kubu Paslon RAPI oleh kelompok massa yang di duga kubu paslon Terbaik.(ZAS – HM)

Share.

Comments are closed.

Exit mobile version