SURABAYAONLINE.CO, GRESIK – BUMD PT Gresik Migas tengah menjajaki bisnis jual beli Bahan Bakar Minyak (BBM) bekerjasama dengan PT Pertamina Retail, anak usaha PT Pertamina (Persero).

Nantinya, perusahaan Migas milik Pemkab Gresik itu akan membuka 100 titik Stasiun Pengisian Bahan Bakar Umum (SPBU) mini Pertashop secara bertahap di 18 kecamatan di Gresik.

Direktur Utama PT Gresik Migas, M. Prisdianto menuturkan, rencana ini telah dilaporkan kepada Bupati Gresik, Sambari Halim Radianto.

“Bapak bupati meminta dilakukan perhitungan lebih teliti, sehingga nilai keekonomian dari investasi ini bisa diproyeksi,” kata Prisdianto.

Investasi awal membuka Pertashop sekitar Rp 150 juta sampai Rp 300 juta pertitik. Biaya tersebut termasuk pengadaan pompa, pemenuhan stok BBM, pembangunan infrastruktur dan lahan.

“Ke depan kami akan survive dalam berbagai bidang usaha, termasuk penyediaan lahan perkantoran,” imbuhnya.

CEO PT Pertamina Patra Niaga Subholding Commercial dan Trading Pertamina, Mas’ud Khamid mengungkapkan, pihaknya adalah lembaga penyalur Pertamina dengan skala kecil untuk melayani kebutuhan BBM, LPG dan juga pelumas yang tidak atau belum terlayani oleh lembaga penyalur Pertamina lain.

“Ada tiga kategori kerjasama Gold, Platinum dan Diamond. Untuk jenis Gold berkapasitas penyaluran 400 liter per hari, dengan luasan lahan yang dibutuhkan sekitar 144 m2. Lokasi dari desa ke SPBU, lebih dari 10 Km atau sesuai dengan hasil evaluasi,” terangnya.

Jenis Platinum berkapasitas penyaluran 1.000 liter per hari, tangki penyimpanan 10 KL, luas lahan 200 m2 dan lokasinya di kecamatan yang belum terdapat SPBU.

“Sedangkan jenis Platinum berkapasitas penyaluran 3.000 liter per hari, tangki timbun 10 KL, luas lahan 500 m2 dan berlokasi di kecamatan yang belum terdapat SPBU,” papar Masud.

“Bagi yang berminat kerjasama bisa menyiapkan lahan yang sesuai, dilengkapi dokumen badan usaha atau badan hukum, lalu survei lapangan untuk melihat kelayakan,” pungkasnya.(san)

Share.

Comments are closed.

Exit mobile version