Meriah Latihan Lomba Top Model Indonesia di Grand City Surabaya.

surabayaonline.co- Minat warga Surabaya terhadap seni model ternyata masih sangat tinggi, dibuktikan dengan tumpah ruahnya pengunjung dan peserta lomba Top Model Indonesia yang diadakan di Grand City, Jl. Raya Gubeng Pojok, Surabaya, Minggu (27/9)

“Kita sudah mulai kegiatan ini sejak tahun 85 (1985 -red), waktu masih ada majalah Mode yang kemudian ganti majalah Kartini ” ujar Bang Roy, Ketua Yayasan Pembina Peraga Mode Indonesia, pendiri Top Model Indonesia

Acara lomba yang diadakan saat ini adalah menyusul kesuksesan acara serupa di Bali. “Acara sekarang ini, melanjutkan saja dari acara di Bali, di Bali pesertanya ratusan” Imbuh Roy

Tujuan mengadakan lomba Top Model Indonesia, selain untuk mengembangkan dan menyalurkan bakat seni, juga sebagai sarana belajar untuk menjadi model profesional.

“Peserta yang ini masih pemula, masih butuh proses belajar, tidak mudah untuk menjadi model profesional, butuh pengalaman 3 tahun” terang Bang Roy, saat menjelaskan tahapan untuk menjadi model profesional.

Acara lomba Top Model Indonesia, secara resmi baru dimulai pada tanggal 9/10, namun bagi para peserta lomba akan diberikan pelatihan Gratis, tiap hari Sabtu di Grand City Surabaya. Pelatihan serupa juga akan diadakan pada hari Sabtu (3/10)

“Tiap hari Sabtu kita laksanakan latihan, latihan ini Gratis ya, lombanya yang bayar” jelas Bang Roy.

Lomba Top Model Indonesia, untuk ada beberapa kategori umur, Pria dan Wanita, mulai anak-anak, remaja dan dewasa, dimulai umur 5 sampai dengan umur 27 tahun

Lomba Top Model Indonesia kali ini berbeda dengan tahun lalu, selain pemenangnya mendapat piala, bagi para finalis akan menjadi duta anti narkoba oleh BNNP Jawa Timur.

“Para finalis Top Model Indonesia, kali ini akan menjadi duta anti narkoba BNNP Jawa Timur” ujar Idrus Alwi salah satu panitia Top Model Indonesia.

Shabrina Meidita salah satu peserta dari Surabaya

Peserta lomba berasal dari berbagai kota di Jawa Timur. Bagi yang berminat mengikuti Lomba, pendaftaran masih dibuka sampai dengan hari Sabtu (3/10).

Shabrina salah satu peserta lomba dari Surabaya, mengatakan cukup senang dengan sesi pelatihan ini.

“Selain dilatih, peserta juga diberi kesempatan untuk mencoba panggung” ujar Shabrina.(*disut)