SURABAYAONLINE.CO-Mantan staff pribadi (SPRI) Irjen Pol Luki memberikan hak jawab dan klarifikasi terkait beredarnya pemberitaan yang sudah mencatut nama baik mantan Kapolda Jatim.
Dalam klarifikasinya AIPDA IK (SPRI) membeberkan bahwa pelaku tersebut bukan putra dari Irjen Pol Luki Hermawan seperti pengakuan pelaku yang ada di video pada malam itu.
“Kami mengklarifikasi tentang pemberitaan yang sudah beredar, kami sudah mendatangi rumah pelaku bersama dengan AKP HR yang saat itu berada di lokasi kejadian, dan pelaku ini mengaku bahwa dirinya salah dan yang bersangkutan memohon maaf atas kejadian malam itu” jelasnya pada Selasa (08/09/2020) saat ditemui di ruangan Ditintelkam Polda Jatim.
Baca Juga:Mengaku Anak Jendral, WL Berani Lontarkan Kata Kotor Kepada Polisi
Selain itu pihaknya juga menjelaskan bahwa nama Luki yang disebut pelaku bukanlah nama Irjen Pol Luki Hermawan, melainkan nama saudara orang tua pelaku, karena terpengaruh alkohol ucapan pelaku tidak terkontrol.
“Nama Luki yang di sebut oleh pelaku ini sebenarnya bukan pimpinan kami, melainkan Luki saudara orang tuanya, ya karena pelaku sendiri sudah terpengaruh alkohol jadi bicaranya gk bisa terkontrol” jlentrehnya.
Setelah memberikan hak jawab kepada wartawan, pihaknya tidak berkenan jika statment yang sudah diucapkan untuk dinaikan menjadi berita.
“Tolong jangan pakai statement saya ya mas, ntar dikira saya siapa karena banyak yang tidak tahu kepada saya, lebih baik pakai statement pak Kabid Humas aja, karena beliau juga lebih tinggi pangkatnya ketimbang saya, dan beliau yang lebih pantas memberikan statment,” ucap IK.
Selanjutnya IK mengarahkan kepada Kabid Humas Polda Jatim untuk melakukan wawancara, namun masih diminta untuk menunggu hingga berita ini dinaikan masih tidak ada informasi dari Polda Jatim.
Ormas Protes Polda
Sementara itu, perwakilan dari Organisasi Masyarakat (Ormas) Slamet (Gaprak) meminta agar pihak Polda Jatim lebih tegas dalam menegakkan hukum dan transparan.
“Saya mewakili teman teman ormas meminta kepada pihak Polda Jatim agar lebih tegas dalam menindak suatu kasus, seperti kasus pada malam itu dimana seorang pemuda yang sudah mengotori nama baik seorang Jendral Polisi, dan pelaku sudah rasis serta sudah merendahkan banyak petugas terutama teman teman ormas yang di katakan sebagai masyarakat bawah, kami akan melakukan demo jika Polda Jatim tidak bisa transparan,” tegas Gaprak.(irf)


