SURABAYAONLINE.CO-Sejak diumumkan kasus pertama pada bulan Maret 2020, jumlah kasus terkonfirmasi positif hingga bulan Juli 2020 mencapai 88,214 kasus dengan total 4,239 meninggal dunia. Berbagai upaya pencegahan dan penanganan perlu dilakukan agar corona bisa dicegah. Salah satu pencegahan penting yaitu melalui pengaturan gizi yang optimal.
Menilik persoalan tersebut, dosen muda gizi Fakultas Kesehatan Masyarakat Universitas Airlangga melakukan penyuluhan online bertajuk “Gizi dan Imunitas” yang membahas secara holistik tentang seluk beluk COVID-19 dan pencegahannya, peran gizi atau makanan untuk meningkatkan imunitas tubuh, mitos atau HOAX seputar makanan dapat mencegah corona, menjaga keamanan pangan serta aktivitas fisik yang disarankan selama masa pandemi.
Penyuluhan online dilakukan selain agar masyarakat awam meningkat pengetahuannya juga agar kesadaran masyarakat meningkat untuk selalu menerapkan pola makan gizi seimbang dan tidak mudah terpercaya hoax. Peserta penyuluhan online yang hadir sebanyak 250 peserta dengan 6 pembicara yang merupakan dosen muda gizi FKM Universitas Airlangga. Peserta kegiatan penyuluhan online sangat beragam mulai ahli gizi dan paling banyak dari masyarakat awam sesuai dengan tujuan diselenggarakannya acara. Peserta terjauh dating dari Papua dan Nusa Tenggara. Acara berlangsung selama 120 menit (2 jam) dengan pemaparan materi serta tanya jawab interaktif. Peserta sangat antusias dengan materi yang diberikan yang terlihat dari banyaknya pertanyaan yang masuk saat penyuluhan online.
“Kami juga berharap agar masyarakat tidak abai dengan protokol kesehatan, ditunjang dengan asupan gizi yang optimal agar dapat terhindar dari infeksi virus COVID-19. Terutama saat ini jumlah kasus, khususnya di Jawa Timur, semakin meningkat setiap harinya.” Ujar Mahmud Aditya Rifqi, S.Gz., M.Si selaku ketua panitia.Kedepan, kami juga berharap agar masyarakat semakin memperhatikan asupan gizi seimbang, antara karbohidrat, protein hewani dan nabati, tak lupa sayur dan buah yang merupakan sumber penting vitamin dan mineral untuk meningkatkan imunitas tubuh. Hasil survey nasional di tahun 2014 menyebutkan lebih dari 90% masyarakat Indonesia masih kurang mengonsumsi sayur dan buah sesuai anjuran. Masa pandemi covid-19 dapat menjadi momen untuk mengubah perilaku makan agar lebih sehat.(*)


