SURABAYAONLINE.CO, GRESIK – Pemanfaatan Gelora Joko Samudro (GJS) di Jl Veteran Kecamatan Kebomas sebagai tempat isolasi pasien Covid-19 akan terwujud dalam minggu ini. Hingga Selasa (7/7) persiapam sudah memcapai 75 persen.
Sejumlah ruang sudah disekat. Masing masing untuk zona merah, zona hijau dan zona kuning. Tempat tidur pasien sudah datang sebanyak 100 bed, yang berasal bantuan dari sejumlah puksesmas se Gresik. Nantinya akan ditambah 40 bed baru.
Juga terlihat kesibukan petugas yang memasang beberapa televisi baru, CCTV serta instalasi air bersih dan pembuangan limbah. Juga tersedia ruang khusus swab, serta ruang olah raga bagi pasien.
“Saya ingin melihat langsung kesiapan GJS yang akan difungsikan tempat isolasi. Kelayakan ruangannya, kelayakan tempat tidurnya, kesiapan logistiknya termasuk para dokter dan tenaga kesehatannya,” kata Bupati Sambari didampingi Kepala Dinas Kesehatan drg. Saifudin Ghozali, Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Tata Ruang (DPUTR) Gunawan Setijadi, serta sejumlah Kepala OPD, Selasa (7/7).
Menurut Bupati Sambari, langkah ini sebagai upaya pemkab mengingat kondisi di 15 rumah sakit di Kabupaten Gresik termasuk di RSUD Ibnu Sina sudah hampir overload.
“Satu hal yang kami inginkan, yakni kesembuhan bagi masyarakat. Tentu kami terus berupaya semaksimal mungkin, agar dapat menekan sebaran virus Covid-19 ini,” kata Bupati Sambari.
Bupati Sambari juga menginginkan agar dinas terkait dapat bekerjasama , dalam hal pemenuhan kebutuhan yang diperlukan selama masa isolasi. Apalagi selama karantina berlangsung, Pemerintah Kabupaten Gresik juga dibantu dan bersinergi dengan IDI (Ikatan Dokter Indonesia), dan juga PPNI (Persatuan Perawat Nasional Indonesia).
“Saya harap kepada dinas terkait agar selalu berkoordinasi, lakukan yang terbaik sesuai dengan kewenangan masing-masing. Saya juga minta dinas terkait untuk memenuhi semua kebutuhan yang diperlukan termasuk logistic, obat-obatan, makanan dan juga keperluan sehari-hari dan semoga pandemic ini segera berakhir,” pungkas Bupati Sambari. (san)


