SURABAYAONLINE.CO, GRESIK – Penutupan operasional 33 dari 35 Posko Satgas Percepatan Penanganan Covid-19 BUMN di Kabupaten/Kota Wilayah Jatim, meninggalkan kesan bagi sejumlah pimpinan BUMN yang terlibat dalam Posko yang dikoordinir Petrokimia Gresik, perusahaan Solusi Agroindustri anggota holding Pupuk Indonesia.
Direktur SDM & Umum PT PAL Indonesia, Etty Soewardani menyampaikan selaku Koordinator Logistik Satgas Tanggap Covid-19 BUMN Jatim, pihaknya mengapresiasi kolaborasi dan sinergi BUMN di Jatim yang menyukseskan tugas Satgas dalam mendukung pencegahan Covid-19.
Namun Ia berharap meski operasional posko ditutup, BUMN tetap berkolaborasi karena sejatinya pandemi ini masih melanda Indonesia, khususnya di Jatim. Bahkan sampai saat ini Surabaya Raya masih belum bisa menyesuaikan New Normal, karena penambahan kasus positif Covid-19 di Gresik, Sidoarjo dan Surabaya masih cukup tinggi.
“Kami harap meski posko ditutup, BUMN dapat terus berkolaborasi untuk memerangi Covid-19,” ujarnya.
Sementara itu, General Manager Pesonna Hotel Ampel Surabaya, Cucun Mansur menilai pembentukan posko selama ini sangat efektif untuk mencegah penularan Covid-19 hingga lini terkecil. Karena relawan yang ada di posko aktif mengedukasi masyarakat lokal, untuk senantiasa menerapkan protokol pencegahan Covid-19.
“Kunjungan masyarakat terhadap posko sangat tinggi, dan maanfaatnya sangat dirasakan oleh masyarakat,” ungkapknya.
Direktur Utama Petrokimia Gresik, Rahmad Pribadi tetap mengajak seluruh pihak untuk mematuhi protokol kesehatan, dalam kegiatan sehari-hari maupun operasional usaha agar penyebaran virus Covid-19 dapat semakin terkendali. (san)


