SURABAYAONLINE.CO-Surat kabar militer resmi China National Defense News melaporkan lima divisi milisi baru, termasuk mantan anggota tim estafet obor Olimpiade Gunung Everest dan petarung dari klub seni bela diri campuran (mixed martial arts atau MMA) datang untuk inspeksi di Lhasa pada 15 Juni.

Media penyiaran China, CCTV, menampilkan cuplikan ratusan pasukan baru yang berbaris di ibukota Tibet.

Dilaporkan National Defense News China, Komandan Tibet Wang Haijiang mengatakan, perekrutan 20 anggota Enbo Fight Club akan ‘sangat meningkatkan kekuatan organisasi dan mobilisasi’ pasukan serta ‘respons cepat dan kemampuan dukungan’ mereka. Namun, Wang Haijiang tak secara eksplisit mengonfirmasi penyebaran pasukan baru tersebut dengan ketegangan di perbatasan itu.

Bentrok antara pasukan China dan India adalah konfrontasi yang paling keras dalam beberapa dekade di wilayah Ladakh yang berjarak 1.300 kilometer. India mengatakan 20 prajuritnya tewas dalam pertempuran kombat yang brutal itu, sementara jumlah korban dari pihak China sampai saat ini belum diketahui. Kedua pihak saling menyalahkan terkait bentrok ini.

Pada Kamis lalu, India menyatakan telah memperkuat pasukan di wilayah perbatasan Himalaya yang diperebutkan, mengaku melakukan hal serupa China.

Media pemerintah China dalam beberapa pekan terakhir menyoroti kegiatan militer termasuk latihan anti-pesawat terbang tinggi di wilayah Tibet yang berbatasan dengan India.

Pasukan baru direkrut dengan tujuan “memperkuat perbatasan dan menstabilkan Tibet,” kata Berita Pertahanan Nasional China.

Di anatara yang direkrut ada nama Xu Xiaodong, seorang fighter MMA terkemuka,
yang telah menjadi pusat perdebatan dan mendapatkan perhatian karena mengalahkan seorang guru tai chi dalam 20 detik pada tahun 2017. Xu mengklaim bahwa dia adalah “orang nomor satu China dalam menindak kepalsuan”, merujuk pada orang-orang yang melebih-lebihkan kualitas kung fu tradisional Tiongkok untuk keuntungan komersial.
Tapi Xu sejak itu menghilang dari internet China, disensor untuk kejenakaan yang kontroversial dan pandangan awalnya yang menguntungkan terhadap protes anti-pemerintah di Hong Kong tahun lalu.(*)
Share.

Comments are closed.

Exit mobile version