Potensi Probiotik dan Minyak Ikan untuk Perbaikan Pertumbuhan Ayam Pedaging

SURABAYAONLINE.CO-Probiotik didefinisikan sebagai live microbial feed supplement  yang memberikan pengaruh menguntungkan pada host animal melalui peningkatan keseimbangan microbial intestinal.  Selain itu probiotik memiliki peranan yang sangat berarti dalam menjaga keseimbangan mikroba di dalam saluran pencernaan unggas, sehingga dapat menjaga kesehatan ternak dan meningkatkan efisiensi penyerapan zat makanan.

Probiotik menstimulasi pertumbuhan mikroorganisme yang menguntungkan serta menurunkan sejumlah mikroorganisme pathogen  melalui peningkatan keseimbangan intestinal microbial di dalam host.  Konsumsi Probiotic dapat menurunkan resiko penyakit pada gastro intestinal dengan cara menstimulasi microorganisms yang menguntungkan.  Probiotics dapat melindungi broiler terhadap microorganism pathogen melalui kolonisasi pada saluran pencernaan serta menstimulasi system respon immune.

Bakteri Asam Laktat adalah salah satu bakteri yang memiliki sifat probiotik. Bakteri Asam Laktat dapat bertahan hidup dengan membentuk koloni pada usus dan juga dapat memproduksi asam laktat dan bakteriosin. Bakteri Asam Laktat terdiri atas sejumlah genus bakteri yang termasuk famili Firmicutes. Isolat Bakteri Asam Laktat dari genus Lactobacillus umumnya berpotensi sebagai agen probiotik yang bermanfaat bagi kesehatan manusia dan hewan. Pemberian probiotik Lactobacillus sp. dapat membantu dalam mencerna penyerapan gizi serta menekan mikroba yang tidak menguntungkan.

Daging ayam merupakan salah satu sumber protein hewani yang lebih murah dibandingkan produk daging lainnya.  Kualitas daging ayam sebagai sumber protein dapat dipengaruhi oleh beberapa faktor.  Penelitian terhadap penggunaan probiotik Lactobacillus casei WB 315 dan minyak ikan (crude fish oil/CFO) perbaikan growth performance, EPA (eicosapentaenoic acid), DHA (docosahexaenoic acid), HDL (high density lipoprotein), LDL (low density lipoproteins), cholesterol pada daging ayam telah dilakukan.

Hasil penelitian menunjukkan bahwa penggunaan 0.5% Lactobacillus casei WB315 (1.2 x 10cfu/ml) dan 1% CFO dari total pakan basal menunjukkan pengaruh terhadap peningkatan efisiensi pakan (p<0.05), penurunan rasio konversi pakan (p<0.05), penurunan konsumsi pakan (p<0.05), peningkatan EPA, DHA, HDL (p<0.05), serta penurunan LDL dan cholesterol (p<0.05) pada daging ayam broiler. Berdasarkan hasil penelitian ini maka dapat disimpulkan bahwa penggunaan probiotik Lactobacillus casei WB 315 dan minyak ikan (crude fish oil)  dapat digunakan untuk meningkatkan growth performance dan kualitas daging ayam. (UnairNews/http://ijm.tums.ac.ir/index.php/ijm/article/view/2182/)