Cina dan India Pernah Perang 1962 dengan Ribuan Korban Jiwa

SURABAYAONLINE.CO-Cina dan India memiliki beberapa kesamaan. Keduanya merupakan dua kekuatan baru global, memiliki senjata nuklir, ekonomi yang sedang berkembang, perluasan anggaran militer dan tampaknya bersaing untuk memiliki pengaruh di wilayah di Asia Selatan, Samudra Hindia, Teluk Persia, hingga Afrika.

Merasa sama-sama kuat, dua negara besar di Asia itu juga bersaing dalam hal wilayah perbatasan.  Keduanya kini bersiap perang soal perbatasan.

Bukan kali ini saja India dan Cina berhadapan lewat pasukan di wilayah perbatasan. Setelah 13 tahun Mao Zedong memproklamasikan negara Republik Rakyat Cina, kedua negara itu terlibat dalam perang hebat terkait perbatasan yang dikenal dengan Sino–Indian War tahun 1962.

Pada perang tersebut, pasukan Cina melewati dua perbatasan yang berbeda yakni melalui Ladakh dekat Kashmir dan McMohan Line yang berada di Arunachal Pradesh yang hingga kini masih disengketakan oleh kedua negara. Perang tersebut menewaskan 1.383 tentara India dan 722 tentara Cina.

Selain itu, mereka yang terluka mencapai 1.047 dari pihak India dan 1.697 dari pihak Cina. Korban kebanyakan berjatuhan karena kondisi ekstrem karena berada di ketinggian ribuan kaki dan tak mendapat perawatan medis. Perang ini menjadi catatan kelabu bagi hubungan diplomatik antara Delhi dan Beijing.

Militer India dan Cina juga pernah bertempur di Nathu La sebuah jalur perdagangan kuno yang melalui Himalaya yang dulunya merupakan bagian dari Jalur Sutra. Wilayah itu terpaksa ditutup dan dibuka kembali pada 2006. Setelah Insiden Nathu La, Cina dan India juga terlibat dalam pertempuran di Cho La. Wilayah yang tak jauh dari Nathu La.

Ketegangan juga mewarnai perbatasan Cina dan India di Arunachal Pradesh. Provokasi Cina di wilayah tersebut, membuat India kemudian mengirim tentara ke wilayah itu. Hingga saat ini, India bersikeras memasukkan Arunachal Pradesh sebagai salah satu negara bagian dan masuk dalam teritorinya meski dikecam Cina dan pada Mei lalu meresmikan jembatan terpanjang 9 kilometer yang menghubungkan Arunachal Pradesh dengan utara Assam.

Mantan Wakil Sekretaris Jenderal PBB, Shashi Tharoor mengkritisi konflik perbatasan Cina dan India yang tak kunjung usai. Menurutnya, tujuan strategis Cina dan India pada dasarnya sama yakni melakukan transformasi domestik, mempercepat pertumbuhan di berbagai sektor, mempertahankan otonomi strategis hingga melindungi rakyatnya.

“Ini semua tak dapat diraih dengan konflik tetapi hanya dengan kerja sama. Sudah saatnya dua negara mulai saling berbicara tentang bagaimana caranya agar mereka dapat mencapai hal-hal itu,” kata Shashi Tharoor.(*)