Selandia Baru Tetap Buka Sekolah di Tengah Wabah Virus Corona

SURABAYAONLINE.CO- Perdana Menteri Selandia Baru Jacinda Ardern, Sabtu (21/3) mendesak warga tidak bepergian jika tidak terlalu penting serta meminta kalangan manula tetap tinggal di rumah untuk membantu memerangi penyebaran virus corona, yang kini telah menulari lebih dari 50 orang di negara kepulauan itu.

Pemimpin berusia 39 tahun itu mengatakan dalam pidato yang disiarkan televisi bahwa untuk saat ini sekolah masih buka, kebijakan serupa yang diterapkan di negara tetangga, Australia.

“Sekolah akan ditutup jika ada kasus yang muncul di sekolah, seperti yang selama ini kami lakukan,” kata Ardern.

“Tapi, memulangkan anak-anak ke rumah pada tahap ini tidak serta merta mengurangi penularan di masyarakat,” katanya, “tetapi saya yakinkan bahwa kami terus memantau pengaturan ini untuk menjaga anak-anak tetap aman. Sebagai seorang ibu, saya bisa jamin bahwa mereka adalah pertimbangan utama saya. ”

Ketika mengumumkan sistem peringatan baru, Ardern mengatakan Selandia Baru berada pada tingkat dua. Artinya, virus masih terkendali tetapi risikonya berkembang karena kasus bertambah. Ia mendesak para warga yang berusia di atas 70 tahun untuk tinggal di rumah sebanyak mungkin.

Sebelumnya pada Sabtu, direktur jenderal kesehatan Selandia Baru, Ashley Bloomfield, mengatakan 14 kasus baru COVID-19 muncul di negara itu dalam 24 jam terakhir, sehingga jumlah total menjadi 53.

Selandia Baru dan Australia telah memberlakukan sejumlah kebijakan yang belum pernah terjadi sebelumnya, termasuk larangan masuk bagi warga yang bukan penduduk. Namun, kebijakan tersebut kurang ketat dibandingkan dengan tindakan yang dijalankan di beberapa bagian Eropa dan Amerika Utara, kawasan yang telah mengalami tingkat wabah lebih tinggi dan dikenai karantina wilayah.

Selandia Baru dan Australia juga merupakan pintu gerbang ke pulau-pulau kecil Pasifik, yang sekarang mulai bergulat dengan epidemi. Polinesia Prancis dan Guam berada di antara negara-negara pulau di Pasifik yang terdampak paling parah, meskipun kasus COVID-19 juga tercatat sudah melanda Fiji dan Kaledonia Baru.(YAHOO)