SURABAYAONLINE.CO – Reses pertama anggota DPRD kota Malang periode 2019-2024 dimulai sejak kemarin (17/12/2019) membuka rangkaian agenda reses ketua DPRD kota Malang I Made Riandiana Kartika,S.E menggelar acara di salah satu cafe didaerah pemilihannya (Dapil) kecamatan Lowokwaru kota Malang.

acara yang dilaksakan tadi malam dimulai sejak jam 20.00 wib sampai 23.00 wib dan dihadiri oleh kurang lebih 300 orang undangan yang merupakan team sukses dan basis massa pendukungnya saat Pileg kemarin.

Dalam wawancaranya bersama awak media diakhir acara,pria yang akrab disapa pak Made ini menjelaskan “malam ini yang hadir memang difokuskan pada team sukses dan para tokoh serta konstituen yang mendukung saya saat Pileg kemarin baru nanti pada agenda kedua akan melibatkan masyarakat dan bertempat dibalai RW.
target acara ini adalah terjalinnya komunikasi dan interaksi antara masyarakat dan wakil rakyatnya ini bisa dilihat dari diskusi dan blangko saran yang di kumpulkan para undangan yang hadir semua akan menjadi bahan masukkan untuk saya sebagai ketua dewan dalam penyusunan program agar sesuai dengan kebutuhan masyarakat.

Untuk program dewan yang sudah disepakati adalah tentang E Pokir (Elektronik Pokok Pikiran) ini adalah program kerja dewan untuk masyarakat langsung yang akan dilaksanakan oleh UPD sesuai dengan rencana kerja yang akan di eksekusi,masing-masing anggota dewan mendapat anggaran sebesar 1 milyar rupiah untuk dialokasikan pada program atau proyek yang diusulkan oleh masyarakat dari dapil mereka.
kenapa program ini sangat perlu dilakukan karena yang utama adalah bertujuan mekanisme yang terarah dan profesional hal ini untuk menggurangi stigma anggota dewan menjadi “ATM” bagi konstituennya apabila mereka memiliki keinginan akan program bagi kawasannya selain itu program ini juga akan menjawab janji politik anggota dewan pada saat mereka kampanye tentunya hal ini kedepan bisa menjadi modal mereka untuk maju Pileg lagi dengan cost politik yang lebih murah.

E Pokir ini sudah disepakati dewan dan eksekutif yang anggarannya akan masuk dan digedok pada APBD 2021.
kenapa progam ini akan di buat menjadi E program karena memang targetnya adalah mendorong eksekutif untuk segera melakukan E Bugedting karena sampai hari ini kebijakan itu belum dilaksanakan oleh Pemkot pada hal kita ini kota besar kedua di Jawa Timur,sementara kota-kota lain yang lebih kecil wilayahnya dari kota Malang telah melaksanakan kebijakan tersebut transparansi program dan anggaran mestinya sudah lama dilakukan oleh pemkot karena informasi,masukan dan pengawasan masyarakat sangat diperlukan agar pemerintahan berjalan efektif,sinergi dan menjawab persoalan yang mereka alami jadi target pembangunan dan kesejahteraan masyarakat dapat tercapai untuk sosialisasi program nanti dilakukan tanggal 26 desember 2019 yang akan diikuti oleh eksekutif dan legeslatif secara full team dan mengundang media tentunya agar informasi ini bisa sampai ke masyarakat melalui pemberitaan” terangnya

Masih dari reses ketua DPRD Kota Malang hari pertama masalah yang menjadi sorotan para peserta adalah tentang carut marut sistem zonasi sekolah yang membuat keresahan dimasyarakat yang dimulai sejak tahun lalu,mereka berharap tahun ini tidak terjadi lagi dengan adanya kebijakan yang telah ditetapkan oleh DPRD dan Pemkot yang diantaranya memperbesar kuota jalur prestasi dan pembangunan unit sekolah yang baru.

Di hadapan para konstituen,penggurus serta team suksesnya dia berjanji bahwa kedepan diharapkan tidak ada lagi masalah terkait pendidikan yang harus dirasakan orang tua dan anak dikota Malang dengan telah disepakatinya anggaran program penambahan bangunan sekolah serta pemeliharaan sarana dan prasana pendidikan (Sarpras) yang nominal untuk pemeliharaan,penambahan juga perbaikan Sarpras mencapai kurang lebih 10 milyar rupiah dan telah termaktub dalam APBD 2020.(hermin/red)

Share.

Comments are closed.

Exit mobile version