Terobosan Bakesbangpol Jatim Dan Polda Jatim Untuk Atasi Radikalisme, Patut Mendapat Acungan Jempol

surabayaonline.co – Pembentukan dan Pelatihan Tim Penyuluh Terpadu Anti Radikalisme Tahun 2019, yang dilaksanakan di Golden Tulip Legacy Hotel, 10-12/12/2019 adalah yang pertama kali dilakukan di Indonesia dan merupakan terobosan dari BANGKESBANGPOL JATIM didukung oleh POLDA JATIM.

Dalam sambutannya Kepala Bakesbangpol Jatim Jonathan Judianto mengatakan :”Insyaallah kegiatan ini adalah yang pertama kali di Indonesia, dan mudah-mudahan hal ini bisa dialaksanakan pada tahun 2020 dan sudah dipersiapakan anggarannya”.

Pelatihan dilaksanakan selama 3 hari, peserta pelatihan tidak hanya hanya diberikan materi teori saja namun juga diberikan materi praktek.

“Hari pertama dan hari kedua diberikan materi teori dan pada hari ketiga diberikan materi praktek, pelatihan ini Insyaallah luar biasa dan komprehensive, hampir seluruh instansi memberikan pembekalan dan bukan hanya masalah radikalisme saja namun juga masalah narkoba, ada 20 materi yang akan diberikan kepada peserta” jelas Jonathan.

Dengan pelatihan  diharapkan tim penyuluh bisa mengetahui, mendekteksi secara dini, serta menangkal kegiatan – kegiatan yang meresahkan dimasyarakat, mulai konflig masyarakat, penyalahgunaan Narkoba serta perkembangan dan pergerakan radikalisme / terorisme.

“Tim ini adalah tim penyuluh, sehingga diharapkan dengan pembekalan ini bisa memberikan penyadaran dan pengertian diwilayah masing masing” imbuh Jonathan.

Sementara itu Wakapolda mewakili Kapolda Jatim menyampikan bahwa ada aktifitas global di Jawa Timur perlu mendapatkan perhatian, yang pertama adalah banyaknya ujaran kebencian di sosmed, dengan menyebarkan berita hoax sehingga bisa menyebabkan konflik horisontal yang membahayakan keutuhan NKRI, kedua radikalisme yang saat ini sudah masuk ke sektor- sektor untuk mencari dukungan dengan terus menebarkan ideologi berdirinya Negara Islam indonesia.

“Sementara penanganan diantara kita saat ini masih ego sektoral, disamping pemahaman tentang radikalisme dan lain sebagainya masih kurang, kemudian ada kejadian bom tanggal 13/5/2018 digereja yang beralamat di jalan Diponegoro Surabaya dan tanggal 14 Mei 2018 di Polrestabes Surabaya, membuktikan bahwa kelompok ini masih ada. Atas permasalah di atas maka Pembentukan dan Pelatihan Tim Terpadu ini dilaksanakan” kata Wakapolda saat diwawancara oleh awak media.

Hadir pada acara ini Kepala Bakesbangpol Jatim, Wakapolda Jatim, perwakilan PWNU Jatim, Perwakilan Gubernur Jatim, Kepala Kanwil Kemenag Jawa Timur dan sebagai nara sumber berasal dari lintas sektoral antara lain Densus 88, BNPT, BNNP, Polda Jatim bahkan ada yang dari mantan Napi yaitu Dr. Nasir Abbas. Sedangkan Tim Penyuluh terdiri dari Bhabinkamtibmas, Babinsa, tim dari Kemenag, Fatayat NU, Ansor, dosen, penyuluh rohani dari lapas semuanya sekitar 220 orang.

peluncuran APP Siap Mas

Pada event ini, juga diluncurkan secara simbolik Aplikasi Pelaporan Siap Mas yang dikembangkan oleh Bakesbangpol Jatim, diaplikasi ini masyarakat bisa melaporkan mengenai kegiatan radikalisme dan narkoba. Pelapor tidak perlu kuatir, karena pelapor akan dilindungi karena yang membaca laporan hanya orang tertentu yang punya wewenang. Aplikasi ini dirancang sangat mudah untuk dioperasikan, sehingga masyarakat dapat menggunakan aplikasi ini pada saat kejadian sedang berlangsung. Seketika itu laporan langsung masuk dan segera bisa ditindak lanjuti oleh yang berwenang. Aplikasi ini bisa di donwload di Play Store.

@dai