SURABAYAONLINE.CO, GRESIK – Menjelang pelaksanaan Pemilihan Bupati Gresik yang dijadwalkan September 2020, GP Ansor Gresik menegaskan akan melibatkan diri dalam upaya menjaga kondusifitas dalam berdemokrasi sebagai instrumen membangun negara dan bangsa.
Ketua GP Ansor Gresik Agus Junaedy menegaskan, Ansor tetap menunggu diperempatan, tidak ke kiri atau ke kanan tetapi tetap lurus berpandangan ke depan.
“Banyak kader Ansor dan Banser yang duduk sebagai penyelenggara pemilu, atau juga sebagai politikus di parpol. Tetapi Ansor tidak mendukung personal, tapi mendukung calon yang visioner, mampu dan punya pikiran cerdas membangun dan mennsejahterakan rakyat Gresik semuanya,” tegas Agus Junaedy saat diskusi dengan beberapa media di Vertical Cafe di Gresik.
DiuraikanAgus Junaedy, sebagai ormas kepemudaan terbesar Nahdlatul Ulama (NU), Ansor selalu istiqomah dan tetap lempeng di jalannya. Ansor juga selalu menjaga independensinya untuk bergerak dibidang sosial keagamaan.
“Ansor itu ibarat rangkaian kereta api yang terdiri dari lokomotif dan gerbong yang besar dan panjang, kita juga memiliki rel sendiri dan ada kepastian kapan harus jalan, berhenti serta memiliki staisun,” ujar Agus Junaedy.
Merespon menghangatnya kembali kelompok radikal, kata Agus, Ansor juga selalu koordinasi dengan banyak pihak. Secara internal, hingga ditingkat rsanting. Untuk eksternal, berkoordinasi dengan jajaran TNI, Polri, serta Kesbangpol. “Banser siaga 24 jam sebagai benteng kiai, karena itu khidmat kami d Ansor,” kata Agus Junaedy. (san)


