SURABAYAONLINE.CO-Menteri Pertanian Amran Sulaiman kemarin (Rabu 9/10) mengunjungi Pabrik Gula PT.RMI.(Rejoso Manis Indonesia) di Desa Rejoso Kec.Bimangun Kab.Blitar, kedatangan Menteri yang di dampingi Bupati Blitar Riyanto dan beberapa Kepala OPD Pemkab.Blitar Riyanto, Kapolres Blitar.AKBP.Budi Hermanto pada pkul.15.30 WIB itu mengecek atas oprssionalnya PG.PT.RMI yang sudah berjalan sejak 22 Agustus 2019 lalu itu.
Setelah menggelar paparan keberadaan PT.PG.RMI..yang dipandu langsung oleh Direktur PG.RMI Syukur Irwantoro, dalam kesempatan tersebut Amran Maulana,mengungkapkan atas operasionalnya PPG.RMI ini menunjukkan keseriusan pemerintah dalam swa sembada gula,yang bekerjasama dengan para investor yang masuk di wilayah Kabupaten Blitar, apalagi bupatinya sangat-sangat mempunyai intergritas tinggi, untuk menyejahterakan warganya di srkitar PG.RMI.
“Untuk itu saaya titip perusahaan ini (PT RMI) dijaga, investor ini dilindungi karena ini membuka lapangan kerja dan menyejahterakan masyarakat sekitar,” ungkapnya saat meninjau lokasi pabrik gula PT Rejoso Manis Indo di Kecamatan Binangun Kabupaten Blitar.
Dikatakan Amran, PT RMI telah membuka sistem plasma dengan petani di kabupaten Blitar sebanyak 70 persen. Itu, menurutnya sangat menguntungkan pemerintah dan juga masyarakat.
“Bantuan kita bagaimana mempermudah pengurusan administrasi izin, kalau perlu kita jemput bola. Waktu pak Dirut RMI di pertanian sebagai sekjen, kami minta dikejar izin izin apa yang perlu dipenuhi,” tambahnya.
Dikatakannya, dengan mempermudah izin investasi para investor akan nyaman berinvestasi di Indonesia. Karena menurutnya, Indonesia akan maju karena ekspor dan investasi.
“Kita semua tahu itu, jadi mari kita kawal sama sama jangan dimusuhi kalau ada salah diberi tahu,” urainya.
Perlu di ketahui bahwa Pabrik Gula PT RMI mulai menggiling tebu pada 22 Agustus 2019 lalu dengan mengolah tebu rata rata mencapai 4000 TCD di minggu pertama.
Menurut Direktur Utama PT RMI Syukur Iwantoro, pihaknya akan terus menaikkan angka itu hingga mencapai 10000-20000 TCD. Sepanjang itu, PT RMI telah memproduksi 5.151 ton gula dengan jumlah tebu yang masuk 63755 ton. Sedangkan luas lahan tebu rakyat yang tersedia 1068 hektare.
“Produk kita sudah di audit SNI oleh balai besar pengujian mutu Kementerian Perindustrian, Alhamdulillah kita lolos dan juga sudah diaudit oleh MUI mengenai persyaratan halal dan sudah lolos juga,” terang Direktur Utama PT RMI ini.(ari)


