SURABAYAONLINE.CO, GRESIK – Kegiatan deklarasi bersama melarang siswa tidak turun ke jalan, yang digagas Kapolres Gresik AKBP Kusworo Wibowo, mendapat apresiasi dari H Khozin Maksum, pendiri Relawan Gerakan Sosial (RGS) Indonesia.
Menurut Abah Khozin, panggilan akrabnya, kegiatan yang digelar di Ruang Mandala Bakti Praja lantai IV Kantor Bupati Gresik, Rabu (2/10) itu, telah memberi warna baru bagi pemerintah serta masyarakat.
Sebab di tengah situasi agak panas, terutama di ibu kota, ujar Abah Khozin, AKBP Kusworo Wibowo membuat langkah smart dengan mengundang seluruh kepala sekolah, guru, siswa dan kalangan pendidikan, untuk bersama sama bersepakat menjaga sekaligus melarang anak didik untuk terlibat aktif dalam aksi demo jalanan.
“Saya selaku Pendiri RGS Indonesia memberi apresiasi kepada Kapolres Gresik yang punya ide dan gagasan dahsyat, dengan mengajak seluruh kepala sekolah mencanangkan deklarasi agar anak didiknya tidak melakukan demo dijalanan,“ ujar pengusaha sukses ini.
Menurut Abah Khozin, demo tidak akan bisa menyelesaikan masalah sebaliknya justru bisa menambah masalah baru . Karena akibat demo di jalanan, banyak masyarakat menjadi tergganggu aktivtasnya bahkan ketakutan
“Sebagai orang tua seharusnya kita harus bisa menjadi contoh yang baik dengan keteladanan, agar kelak para generasi kita menjadi generasi yang cerdas, tangguh serta bermartabat dan berakhlaqul karimah,” pungkasnya.
Seperti diberitakan sebelumnya, Kapolres Gresik AKBP Kusworo Wibowo memimpin 33 kepala SMP, 16 SMA, sejumlah yayasan pendidikan, dan perwakilan siswa SMA se Kabupaten Gresik melakukan deklarasi bersama melarang siswa tidak turun ke jalan, di Ruang Mandala Bakti Praja Kantor Bupati Gresik, Rabu (2/10).
Gagasan kapolres tersebut, mendapat dukungan penuh dari kalangan pendidik. Mulai SMA, SMK, pendidikan di pondok pesantren bahkan Bupati Gresik AKBP Sambari Halim Radianto dan jajaran Pemkab Gresik. (san)


