SURABAYAONLINE.CO, GRESIK – Diadakannya simulasi Penanganan Keadaan Darurat Pabrik (PKDP), di lingkungan PT Petrokimia Gresik, dengan melibatkan pekerja, masyarakat sekitar pabrik serta aparat kepolisian mendapat tanggapan positif Direktur Produksi (Dirprod) PG, I Ketut Rusnaya.
Menurut I Ketut Rusnaya, simulasi tersebut penting karena kompleksitas bisnis PG yang saat ini memiliki 31 pabrik dengan kapasitas total 8,9 juta ton, baik produk pupuk maupun non pupuk. Sehingga keadaan darurat harus disikapi dengan kesiapsiagaan seluruh pihak, baik internal maupun eksternal.
“Petrokimia Gresik selalu mengutamakan keselamatan (safety) dalam menjalankan proses bisnis, sesuai dengan tata nilai perusahaan. Kegiatan ini rutin dilaksanakan setiap tahun, untuk melihat sejauh mana kesigapan dan tingkat kewaspadaan baik di internal PG, maupun pihak eksternal yang berpotensi terlibat yaitu aparat kepolisian dan warga sekitar,” ujar Ketut.
Lebih lanjut, Ketut menjelaskan, penerapan safety yang optimal mendukung kelancaran proses produksi untuk mewujudkan program transformasi bisnis menjadi perusahaan solusi agroindustri.
Komitmen PG terhadap penerapan Kesehatan dan Keselamatan Kerja (K3) juga ditunjukkan melalui penerpan Sistem Manajemen Keselamatan dan Kesehatan Kerja (SMK3), Responsible Care Code, dan Sistem Manajemen Pengamanan (SMP).
“Selain kegiatan ini, edukasi mengenai K3 juga rutin kami lakukan kepada masyarakat. Terutama saat perayaan bulan K3 Nasional, setiap Bulan Februari, dengan melibatkan warga sekitar dalam berbagai perlombaan K3,” kata Ketut. (san)


