Dukung Keamanan Kosmetik, Dra. Lucy Kurniasari Hadiri KIE Kosmetik

Surabaya, surabayaonline.co – Badan Pengawasan Obat dan Makanan (BPOM) benar-benar gencar dalam melakukan Sosialisasi Komunikasi Informasi dan Edukasi Keamanan Produk Kosmetik. Dan didukung penuh oleh Anggota Komisi IX, DPR RI, Dra. Lucy Kurniasari.

Di Kota Pahlawan Surabaya, Setelah kemarin, Kegiatan tersebut dilaksanakan di Balai Pertemuan Yayasan Pendidikan Anak Cacat (YPAC) Jl. Semolowaru Utara, Kec. Sukolilo, Surabaya, Hari ini, Sabtu, 30 Maret 2019, BPOM Provinsi Jawa Timur dan Dra. Lucy Kurniasari menggelar kegiatan yang sama di Lantai 3, Angkringan Coffee & Resto Bapak Jl. Letjen Sutoyo No. 3, Waru, Sidoarjo.

Acara yang dihadiri lebih dari 500 orang ini, dimulai pukul 09.30, diawali sambutan dan pembukaan acara oleh Dra. Lucy Kurniasari (Anggota Komisi IX, DPR RI). Dalam sambutannya, Ning Lucy (sapaan akrabnya) menjelaskan bahwa Ruang Lingkup Komisi IX adalah Ruang Lingkup Kesehatan dan Ketenagakerjaan, dengan pasangan kerja adalah Kementerian Kesehatan, Kementerian Ketenagakerjaan, Badan Koordinasi Keluarga Berencana Nasional (BKKBN), Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM), Badan Nasional Penempatan dan Perlindungan Tenaga Kerja Indonesia (BNP2TKI), Badan Penyelenggara Jaminan Sosial (BPJS) Bidang Kesehatan dan Badan Penyelenggara Jaminan Sosial (BPJS) Bidang Ketenagakerjaan.

“kehadiran saya di tempat ini adalah sebagai bagian dari tugas saya di DPR RI untuk melakukan pengawasan dalam pelaksanaan program ini, saya di tempatkan di Kota Surabaya dan Sidoarjo karena merupakan daerah konstituen saya di pemilu 2014 lalu” jelas Ning Surabaya tahun 1986 ini.

“Mengecek Kesehatan makanan dapat di cek dengan memahami kepanjangan dari KLIKK, yaitu Kemasan, Label, Izin edar, Kegunaan dan Cara penggunaan serta Kadaluarsa kosmetik tersebut” jelas Ibu dari 4 anak ini kepada peserta.

Kegiatan yang turut menghadirkan Kepala Balai Besar POM Jawa Timur, menyampaikan rasa terimakasihnya kepada Ning Lucy, karena dengan adanya Ibu Lucy Kurniasari di Komisi IX yang memperjuangkan program KIE ini, maka kegiatan ini dapat dilaksanakan di 13 Provinsi, termasuk di Jawa Timur.

Sementara itu, narasumber kedua yang berasal Dinas Kesehatan Kabupaten Sidoarjo tidak hadir dalam kegiatan KIE ini. @badai