Selama 13 Tahun Kebanjiran, Warga Jl Pati GKB Lapor DPRD

SURABAYAONLINE.CO, GRESIK – Gara-gara selama 13 tahun kebanjiran tanpa pernah ada solusi, puluhan warga Jl Pati I Perumahan Gresik Kota Baru (GKB) Desa Osowilangun Kecamatan Manyar, mengadu ke DPRD Kabupaten Gresik.

Tidak tanggung tanggung, mereka yang datang adalah para mantan ketua RT sejak awal berdirinya kawasan tersebut hingga RT yang sekarang. tidak ketinggalan, sejumlah ibu ibu rumah tangga, serta warga kampung yang letaknya bersebelahan dengan Jl Pati I.
Rombongan warga tersebut, diterima Ketua Komisi 3, Asroin didampingi anggota Markasim dan Mega Bagus Saputro. Juga turut hadir, perwakilan dari pengembang PT Bakti Lingga Pertiwi yang dipimpin Hadi Sutrisno. Sedangkan dari jajaran eksekutif, tampak hadir Gunawan, Kepala Dinas PUTR dan stafnya.

Busron Wahyono warga Jl Pati 1 no 74, mengaku karena banjir yang sudah akut, sekarang kalau hujan setengah jama saja sudah banjir setinggi lutut orang dewasa. “Banjirnya aneh, setelah rumah kami terendam baru airnya surut. Kita akhirnya harus bersih bersih rumah, padahal hujannya gak sampai satu jam,” keluh mantan Ketua RT ini.

Bahkan M Syafii, warga Jl Pati 1 no 44 lebih ekstrim mengaku, sejak menerima kunci rumah tahun 2005 sampai sekarang, kawasan Jl Pati sudah tergenang banjir. “Jadi kalau ditotal, sudah 13 tahun lamanya, kami para penghuni sudah akrab dengan banjir di sepanjang Jl Pati,” aku pegawai Departemen Agama ini.

Syaiful, warga kampung mengaku dulu sebelum dibangun perumahan ada got besar yang bahkan bisa dipakai mandi anak anak. Namun sekarang, banyak bangunan, dan got dipecah di dekat mie setan.

“Pengembang BLP membangun selokan juga tidak sesuai standar, harusnya selokan dibangun di depan rumah ukurannya 40 cm. Akibatnya, seluruh air dari Jl Jawa tumpahnya ke Jl Pati termasuk ke kampung kami,” keluhnya.

Yang lebih mengagetkan, ketika Gunawan Kadis PUTR membuka data ternyata pihak BLP belum menyerahkan semua fasum dan fasos perumahan ke pemkab. Sehingga pemkab tidak bisa membenah drainase, karena masih menjadi tanggungan pengembang.

“Untuk sementara ini, solusinya kita akan membenahi saluran air di kampung. Sebab untuk di Jl Pati, masih menjadi tanggungjawab perumahan karena kita belum menerima pelimpahan fasum dan fasos dari mereka,” ujar Gunawan.

Menanggapi itu, Hadi Sutrisno dari BLP mengaku kalau fasum dan fasos memang tengah proses penyerahan ke pemkab. Untuk menyelesaikan masalah banjir di Jl Pati dan perkampungan warga, BLP berjanji akan memperbesar saluran air di Jl Pati 1. Selain itu, kata Hadi, pihaknya akan membuat sudetan di Darul Aisyah Regency serta sudetan di jl Jawa menuju Jl Sulawesi.

Ketua Komisi 3 Asroin mengatakan, agar BLP segera memenuhi janjinya agar tidak merepotkan penghuni dan warga kampung. Dewan juga meminta pemkab untuk membuat MoU dengan BLP, terkait pembenahan drainase, agar nantinya tidak salah dalam bertindak.
“BLP harus segera menyerahkan fasos dan fasum ke pemkab, tentunya dengan persyaratan yang sesuai aturan,” ujar politikus Partai Golkar ini. (san)

 

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *