Kades dan Warganya Digugat Pabrik, Ansor Aksi Demo

SURABAYAONLINE.CO, GRESIK – Gara-gara warga dan perangkat desa digugat oleh PT Surya Pertiwi Nusantara, puluhan warga GP Ansor dan LSM FPSR menyerbu Pengadilan Negeri (PN) Gresik Senin (12/2).

Bersamaan dengan aksi demo tersebut, di salah satu ruang sidang tengah digelar persidangan perdata yang diajukan PT Surya Pertiwi Nusantara, terhadap 12 warga Dusun Semambung Desa Krikilan Kecamatan Driyorejo.

Para pendemo menuntut agar sidang gugatan tersebut dihentikan. Selain berorasi, mereka juga membawa sejumlah poster yang di antaranya bertuliskan ‘Stop kriminalisasi perusahaan PT. Surya Pertiwi Nusantara terhadap masyarakat Dusun Semambung’.

Ketua PC GP Ansor Gresik Agus Junaidi mengatakan, aksi unjuk rasa ini bagian dari kepedulian GP Ansor terhadap warga Semambung yang mayoritas NU. “Ada salah satu warga bernama Didik itu, merupakan anggota Banser. Saat itu dia hanya ingin menjembatani keinginan warga dengan perusahaan, tapi sekarang ia malah ikut digugat perusahaan,” katanya.

Agus menyebut, gugatan perdata ini bagian dari bentuk arogansi perusahaan. Dan yang janggal, perusahaan tersebut baru berdiri namun sudah membuat ulah. “Jangan sampai gugatan perdata ini berlanjut, atau paling tidak ada kesepakatan antara perusahaan dengan warga setempat,” ucapnya.

Kasus ini bermula, ketika sejumlah warga mendemo perusahaan pembuat closet merek Toto, di Dusun Semambung Desa Krikilan Kecamatan Driyorejo. Akibat aksi demo tersebut, perusahaan merasa dirugikan ratusan juta karena pekerjanya tidak bisa masuk pabrik, karena dihalang-halangi para pendemo.

Perusahaan lalu melayangkan gugatan perdata ke PN Gresik, kepada 10 orang tersebut dengan materi tuntutan meminta ganti rugi materil Rp 229 juta, dan kerugian imateriil Rp 200 juta kepada para tergugat.

Mereka yang digugat perusahaan, terdiri dari delapan warga yaitu Imam Wahyudi, Yuwono, Guntur, Aris Dianto, Lukman Hakim, Suhartono, M Samsul Farid, Choirul Anwar, Didik, dan Mualim. Dua lainnya, adalah Supri, Kepala Desa Krikilan dan Pujianto, Kepala Dusun Semambung.

Saat memimpin sidang perdana, Agung Ciptohadi, ketua majelis sidang memberi kesempatan kepada kedua belah pihak untuk melakukan mediasi hingga dua minggu ke depan. “Kami beri kesempatan untuk melakukan mediasi antara kedua belah pihak,” ujar Agung. (san)

 

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *