Sisi Lain Valentine’s Day (2) TANGIS DAN SENYUM, I LUP U !

TIAP orang pasti pernah atau akan mengalami JATUH CINTA. Cinta itu bagaikan air laut yang mengisi sebagian isi bum. Memberi banyak kehidupan. Membuat orang ingin tahu. Cinta itu keikhlasan. Cinta itu kemauan.
Cinta itu saling mengerti. Cinta itu indah jika kita bisa menempatkannya pada tempat terbaik dalam hati. Jadikan cinta itu indah dihatimu. Karena cinta bisa seindah yang engkau mau. I Lup U !
“I wrote your name in the sky, but clouds remove. I wrote your name on the beach, but the waves remove it. So, I wrote your name in my heart So that nothing will be delete.”
“Aku telah menuliskan namamu di langit tapi awan menghapusnya. Akupun telah menuliskan namumu di pantai tapi ombak juga menghapusnya.  Jadi Aku tulis saja namu di hatiku sehingga tak  ada yang bisa menghapusnya.”
“Cintailah kekasihmu sekadarnya saja. Boleh jadi suatu saat dia akan membencimu. Dan Cintailah kekasihmu hanya sebatas kewajaran saja. Boleh jadi ketika engkau tahu kekurangannya, engkau juga akan membencinya.”
Apa itu cinta ? Cinta dapat dirasakan, tetapi sulit untuk didefinisikan.  Persis seperti marah atau sedih.  Setiap orang kadangkala marah, dan pada saat yang lain bersedih.  Sekalipun memahami ada marah dan sedih, definisi keduanya amatlah sulit.
Begitu pula cinta. Yang dapat ditangkap oleh indra secara langsung adalah penampakannya atau madzhahirnya.  Al ‘Alâmah Abi Fadhl Jamâlud Dìn Muhammad bin Mukram menuliskan dalam kamusnya al hubb (Cinta), artinya adalah lawan dari benci.
Al hubb berarti pula al-Wadaad dan al-Mahabbah.  Semuanya berarti cinta (Lisân al ‘Arâb, Jilid I, halaman 289, pada akar kata)
Cinta berarti pula kecenderungan alami pada sesuatu yang lezat, enak, nyaman, suka, dan senang.  Kamus al Munjid fì al Lughaah wa al I’lâm menyebut Cinta (al-Mahabbah) sebagai bentuk realitas atau kenyataan.
Dalam kata CINTA terkandung rasa suka, sayang, terpikat, ingin, rindu, pengharapan, sedih, dan ingat (Lihat Kamus Besar Bahasa Indonesia, bagian kata CINTA)
“Wahai manusia sesungguhnya Kami (ALLAH SWT) telah menciptakan kalian dari jenis laki-laki dan perempuan dan Kami telah menjadikan kalian berbangsa-bangsa dan bersuku-suku agar kalian saling kenal mengenal…” (Al-Qur’an Surah Al Hujurat Ayat 13)
Awal dari cinta adalah membiarkan orang yang kita cinta menjadi dirinya sendiri. Dan tidak merubahnya menjadi gambaran yang kita inginkan. Jika tidak, kita hanya mencintai pantulan diri sendiri yang kita temukan di dalamnya.
Orang-orang yang paling berbahagia tidak selalu memiliki hal-hal terbaik, mereka hanya berusaha menjadikan yang terbaik dari setiap hal yang hadir dalam hidupnya.
Mungkin ALLAH SWT menginginkan kita bertemu dengan beberapa orang yang salah. Sebelum bertemu dengan orang yang tepat. Kita harus mengerti bagaimana berterima kasih atas karunia itu.
Hanya diperlukan waktu semenit untuk menaksir seseorang. Sejam untuk menyukai seseorang. Sehari untuk mencintai seseorang. Namun diperlukan waktu seumur hidup untuk melupakan seseorang.
Ingatlah, bahwa kebahagiaan tersedia bagi mereka yang menangis. Mereka yang disakiti hatinya. Mereka yang mencari. Dan mereka yang mencoba.
Karena hanya mereka itulah yang menghargai pentingnya orang-orang yang pernah hadir dalam hidup mereka. Cinta adalah jika kamu kehilangan rasa, gairah, romantika dan masih tetap peduli padanya.
Hal yang menyedihkan dalam hidup ini adalah ketika kita bertemu seseorang yang sangat berarti. Namun pada pada akhirnya kita mendapati tidak demikian adanya.
Lantaran harus rela melepaskannya. Cinta dimulai dengan sebuah senyuman, bertumbuh dengan sebuah harapan dan berakhir dengan tetesan air mata.
Cinta datang kepada mereka yang masih berharap, sekalipun pernah dikecewakan. Kepada mereka yang masih percaya, sekalipun pernah dikhianati. Kepada mereka yang masih menyayangi, sekalipun pernah disakiti hatinya.
Sungguh menyakitkan, mencintai seseorang namun ia tidak mencintai. Namun lebih menyakitkan adalah mencintai seseorang, namun tidak pernah memiliki keberanian untuk mengutarakannya.
“Jika bapak-bapak, anak-anak, saudara-saudara, pasangan-pasangan, dan kaum keluarga kalian, harta kekayaan yang kalian usahakan, perniagaan yang kalian khawatirkan kerugiannya, dan rumah-rumah tempat tinggal yang kalian sukai, lebih kalian cintai daripada ALLAH SWT, Rasul-Nya dan (daripada) jihad di jalan-NYa, maka tunggulah sampai ALLAH SWT, mendatangkan siksa-Nya. ALLAH SWT tidak memberi petunjuk kepada orang-orang yg fasik.” (QS. At Taubah: 24).
Masa depan yang cerah akan selalu tergantung kepada masa lalu yang dilupakan. Kita tidak dapat hidup terus dengan baik,  jika tidak pernah mampu melupakan kegagalan dan sakit hati di masa lalu.
Memberikan seluruh cinta kepada seseorang, bukanlah jaminan bahwa kita akan mendapat balasan yang sama. Jangan mengharapkan balasan cinta.
Tunggulah sampai cinta berkembang di hatinya. Tetapi jika tidak, tetaplah berbahagia karena cinta pernah tumbuh di hati kita.
Waktu kita lahir, menangis. Orang-orang tersayang di sekeliling kita tersenyum. Ketika kita tersenyum menjumpai ALLAH Azza Wa Jalla dalam kematian, orang-orang tersayang di sekitar  kita menangis.
Itulah isi ‘Negeri’ CINTA ! Terkadang terdengar tangis. Terkadang tertawa. Terkadang sedih. Terkadang gembira. Terkadang susah. Terkadang bahagia.
Ada Habib atau Mencintai. Ada Mahbub atau Dicintai. Dalam ruang bangunan CINTA, Ada Asmara. Dalam Asmara, Ada Rindu. Dalam Rindu, Ada Benci.
Saat kita mendapat kebahagiaan, teruslah selalu berbuat baik. Ketika mendapat cobaan, pandanglah bahwa ALLAH SWT ingin memperkuat iman kita.
Ketika mendapat kesedihan, itulah bentuk cinta ALLAH SWT kepada kita. Ketika mendapat harta melimpah, bahagiakanlah orang-orang terkasih.
Jangan pernah putus asa hanya karena persoalan Cinta. Bangkitlah. Jadikan sejarah masa lalu sebagai pengalaman berharga. Galilah hikmah dan pelajaran untuk menatap masa depan lebih bahagia.
Carilah seseorang yang dapat membuat kita tersenyum. Hanya senyum yang dapat membuat hari-hari gelap menjadi cerah. Semoga kita menemukannya. Aamiin Yaa Robb. (*/kangmas_bahar/bersambung)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *