Sisi Lain Valentine Day (1) HARI MABUK KEPAYANG

BUKANLAH laut namanya, jika airnya tidak berombak. Bukanlah cinta namanya, jika perasaan tidak pernah terluka. Bukan kekasih, namanya jika hatinya tidak pernah merindu dan cemburu.
Bercinta memang mudah. Untuk dicintai juga memang mudah. Namun untuk dicintai oleh orang yang kita cintai, itulah yang sulit diperoleh.

Terlebih mengharapakan cinta sejati di zaman kini. Bisa jadi hanyalah sebuah mimpi. Apakah VALENTINE DAY identik dengan HARI KASIH SAYANG ? Atau HARI MABUK KEPAYANG ?
“Hidup Tanpa Cinta, Bagai Taman Tak Berbunga. Hai Begitulah Kata Pujangga. Aduhai Begitulah Kata Pujangga. Taman Surga Tanpa Bunga” (Kutipan Syair Lagu Pujangga Cinta Dari Raja Dangdut Rhoma Irama)

Setiap orang mendambakan CINTA. Terlebih CINTA  SEJATI. Tanpa terkecuali, entah kakek, nenek, ayah, ibu, suami, istri, anak, cucu, laki, perempuan, dan seterusnya.

Hanya saja, hidup Zaman Now ini memperoleh cinta sejati, ibarat Jauh Api Dari Panggang. Mudah namun sulit.

Bagaimana meraih CINTA SEJATI yang identik dengan KASIH SAYANG ? Masih adakah KASIH SAYANG  yang hakiki dalam keluarga kita, lingkungan kita, atau rekan kerja kita,  sebagaimana tuntunan Baginda Nabi Besar Rasulullah SAW ?

Mampukah kita mewujudkan kasih sayang berupa, ramah, sopan, santun, dan penuh kasih ?
Akhlak Baginda Rasulullah SAW adalah : “Kaana Khuluquhu Al-Qur’an.”

Akhlak Nabi Muhammad SAW, sebagaimana yang dijelaskan ALLAH SWT dalam Al-Qur’an. Tutur kata beliau halus tidak menyakiti. Sikap beliau lemah lembut, penuh kasih sayang.

“Wama Arsalnaka Illa Rahmatan Lil ‘Alamin.”
Inilah pedoman akhlak Rasulullah SAW yang bersumber dari wahyu ALLAH SWT. Ajaran Nabi Muhammad SAW adalah ISLAM PENYAYANG.

Bukan kebencian yang membabi buta. Islam berarti damai dan memberi selamat. Kebencian tidak mendapat ruang sedikitpun dalam Islam.

Nabi Muhammad SAW mengajarkan kita, setiap melakukan tindakan yang baik mulailah dengan KASIH SAYANG. Di kala kebencian merasuk dalam hati kita, lawanlah dengan sikap kasih sayang terhadap orang yang engkau benci.

Bukan justru menuruti hawa nafsu dengan saling bermusuhan.  Pelajarilah makna Kalimatullah : Bismillahhirrohmanirrohiim.

Ada rahasia penting mengapa Bismillahirrohmanirrohiim, menjadi pembuka Surah Al-Fatihah dan Surah lainnya. Secara tidak langsung kita diingatkan ALLAH SWT, agar senantiasa bersikap Rahman (Kasih) dan Rahim (Sayang).

Ketika aura kebencian merasuk, lawanlah dengan menyebut Bismillahhirrohmanirrohiim (Dengan Menyebut Nama ALLAH SWT Yang Maha Pengasih dan Maha Penyayang).
Jangan sekali-kali kita menghianatinya dengan kemarahan dan kebencian. Ini tidak menghormati dan menghargai Bismillahirrahmanirrahim.
“Orang-orang yang penyayang (ramah, sopan, santun, dan penuh kasih) akan disayang oleh ALLAH SWT (Ar-Rahman). Maka sayangilah penduduk bumi, niscaya (ALLAH SWT) yang di atas langit pun akan membalas menyayangi (bersikap ramah, sopan, santun, dan penuh kasih) kalian.” (Hadits Riwayat Abu Dawud, At-Tirmidzi, dan Imam Ahmad)
Ketahuilah bahwa KASIH SAYANG ALLAH SWT meliputi segala hal. “Wa Rahmati Wasi’at Kulla Syai.”
Baginda Rasulullah SAW sebagai panutan, adalah pribadi paling pengasih dan paling penyayang. Sikap dan tingkah laku beliau dalam bergaul dengan orang lain diliputi oleh dua sifat, Kasih dan Sayang.
Keberhasilannya menjadi pemimpin terbesar sepanjang sejarah manusia dan paling sukses adalah karena sifatnya yang lembut, pemaaf dan penuh kasih sayang kepada semua orang.
“Fabimaa rahmatin minallahi linta lahum wa lau kunta fazh-zhan ghaliizhal qalbi laanfadh-dhuu min haulika faa’fu ‘anhum waastaghfir lahum wa syaawirhum fiil amri fa-idzaa ‘azamta fatawakkal ‘alallahi innallaha yuhibbul mutawakkiliin” (Al-qur’an Surah Ali Imron Ayat 159)
“Maka disebabkan rahmat dari ALLAH SWT – lah. kamu berlaku lemah-lembut terhadap mereka. Sekiranya kamu bersikap keras lagi berhati kasar, tentulah mereka menjauhkan diri dari sekelilingmu. Karena itu ma’afkanlah mereka, mohonkanlah ampun bagi mereka, dan bermusyawaratlah dengan mereka dalam urusan itu.”
Besyukurlah, bahwa ALLAH SWT  memberi kita dua kaki untuk berjalan, dua tangan untuk memegang, dua telinga untuk mendengar dan dua mata untuk melihat.
Tetapi, mengapa ALLAH SWT hanya menganugerahkan sekeping hati  kepada kita ?
Mungkin saja, ALLAH SWT telah memberikan sekeping lagi hati pada seseorang agar kita mencarinya. Itulah namanya Cinta. Jika kita mencintai seseorang, kita akan sentiasa mendoakannya walaupun dia tidak berada disisi kita.
Jangan sesekali mengucapkan selamat tinggal jika kita masih mau mencoba.  Jangan sesekali menyerah, jika kita masih merasa sanggup. Jangan sesekali mengatakan kita tidak mencintainya lagi, jika kita masih tidak dapat melupakannya.
Perasaan cinta itu dimulai dari mata, sedangkan rasa suka dimulai dari telinga. Jadi jika kita mahu berhenti menyukai seseorang, cukup dengan menutup telinga.
Cinta datang kepada orang yang masih mempunyai harapan, walaupun mereka telah dikecewakan. Kepada mereka yang masih ingin mencintai.
Walaupun mereka telah disakiti sebelumnya dan kepada mereka yang mempunyai keberanian dan keyakinan untuk membangunkan kembali kepercayaan.
Takfir atau mengkafirkan saudara seiman dan sesama muslim, termasuk bagian perbuatan tercela yang tidak mencerminkan sikap Rahmatan Lil ‘Alamin.
Sebagaimana yang diajarkan oleh Baginda Nabi Muhammad SAW. Selain itu, takfir juga hampa dari nilai-nilai Basmalah yang santun itu. Islam menuntut sikap ramah bukan marah. (kangmas_bahar/bersambung)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *