Harlah 92th NU Jaga NKRI (6) I LOVE HATERS, AYO MONDOK !

ERA digital, identik dengan GENERASI MILLENIAL. Kenyataan yang harus dihadapi adalah potensi sekaligus tantangan bagi generasi penerus para ulama Nahdlotul Ulama (NU) Abad 21.

Memasuki Zaman Now, mau tidak mau, suka tidak suka, Warga NU harus mencermati perubahan tersebut. Melihat dengan jernih perilaku warga Zaman Now.

Terutama Warga Citizen atau Warga Internet, yang mereka memberi sebutan NITIZEN, yakni penghuni aktif di komunitas online. Aktivitas mereka beraneka ragam, mulai sekedar ngobrol, senang-senang, hingga menuntut sebuah perubahan melalui dunia maya.

Salah satu penulis dan pelopor Internet era pertengahan Tahun 1990-an, Michael F Hauben, mengungkapkan idenya bahwa para pengguna Internet :  “The Net and Netiens : The Impact the Net Has on People’s Lives”. Nitizen juga manusia.

Mereka berkomunikasi, mencari dan berbagi hiburan dan Informasi apapun. Bebasnya dunia maya juga memberi keleluasaan bagi penduduk di dalamnya untuk menyuarakan pendapat dan idenya.
Banyak sekali fasilitas-fasilitas di ‘Negara’ yang bernama Internet ini untuk memudahkan warganya berpendapat dan bereskpresi secara bebas.

Ada banyak media seperti Sosial Media (Sosmed), Blog, Situs Sharing Video, dan Tempat Sharing lainnya, yang bisa digunakan oleh para Netizen. Kabar-kabar Viral pun juga berkat peran para Netizen.
Dengan bebasnya Nitizen mengungkapkan ekspresinya, tak jarang memunculkan permasalahan baru bagi pihak lain, terutama yang dirugikan.

Kemudian muncullah warga baru yang namanya HATERS atau lazimnya dipahami sebagai sebuah ekspresi kebencian seseorang terhadap pihak-pihak tertentu di ruang publik.
Sosmed seperti Twiter, Fesbuk, Wasap, LINE, Messager, Youtube, dan Ruang Publik lainnya menjadi media mereka. Bentuk ekspresinya pun beragam. Mulai dari gambar, tulisan, suara atau video.
Umumnya mereka memuat kata-kata pedas, kasar, dan menyakitkan. Tetapi bisa juga menggunakan bahasa halus yang menyindir.

Tidak hanya pribadi, artis, tokoh masyarakat, lembaga, ormas, dan sebagainya yang sering adhem panas (gerah) terhadap serangan Haters ini. Para pemimpin Negara pun, sering dibuat pusing tujuh keliling atas ulah Haters.

Negeri Donald Trump, Amerika Serikat, tak kalah panik ketika diserang Haters tentang kebijakan pemerintah. Amerika buru-buru merancang Undang Undang SOPA dan PIPA.
Apa itu SOPA dan PIPA ? Yakni kepanjangan dari Stop Online Piracy Act dan Protect IP Act. UU yang diajukan tahun lalu oleh senator dan pejabat tinggi AS tersebut, dengan tujuan untuk melindungi Hak Cipta materi internet seperti video, musik, software dan semua barang digital dari pembajakan.

SOPA dan PIPA mengatur bagaimana dunia maya seharusnya menurut mereka ? Namun, undang-undang ini tidak sesederhana itu, banyak hal dari undang-undang ini yang akan mengubah cara kerja di internet saat ini.

Pemerintah AS dan organisasi perusahaan pemilik hak cipta dapat meminta penyedia layanan internet (ISP) untuk memblokir akses ke situs web yang dianggap sebagai penyedia tempat pelanggaran hak cipta.

Singkatnya, yaitu memerintahkan ISP untuk mengubah server DNS mereka (baca: mem-block) nama domain suatu situs di negara luar AS yang menyimpan konten ilegal seperti video, lagu, atau photo / gambar.

Teknisnya, yaitu memerintahkan situs pencari seperti Google atau lainnya untuk mengubah query pencariannya dengan mengecualikan situs yang menyimpan konten ilegal.
Praktiknya seperti kasus di China. Bila ada mengetik (searching) TIBET atau TIANAMEN di negeri China, dapat dipastikan Anda tidak akan menemukan hasil pencarian di Google.

Alhasil tidak mustahil satu situs/server yang berisi puluhan, bahkan ratusan ribu halaman bisa dimatikan hanya karena satu halaman terdapat unsur pelanggaran hak cipta.
Lebih lanjut Mengenai SOPA dan PIPA, Dampak dari SOPA dan PIPA tersebut, diantaranya: Megaupload, EnterUpload jadi korban.

Nampaknya Netizen tetap jeli. UU tersebut dianggap dapat mengancam kebebasan gerak para Netizen, terutama Haters. Setelah kampanye besar-besaran yang dilakukan Netizen di Internet dan dunia nyata, SOPA dan PIPA pun dibatalkan.

NU sendiri tak luput jadi ‘korban’ Haters. Mereka mem-bully habis-habisan ketika Kementerian Keuangan Salurkan Pembiayaan Rp 1,5 Triliun ke Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU).
Padahal pemerintah menggandeng PBNU,  untuk menyalurkan dana tersebut ke pengusaha lemah yang perlu mendapat kredit non bank. Itu pun bukan untuk NU saja, termasuk Ormas Islam lainnya.

Dana tersebut dipercaya Haters, bahwa NU mendapat ‘Uang Damai’ agar tetap setia pada pemerintah dan ikut mendukung pembubaran Ormas Anti-Pancasila.
Tentu saja Warga NU sangat tersinggung. Perpu Ormas dengan Pembiayaan Rp 1,5 Triliun tak ada hubungannya sama sekali.

Apalagi tenggat waktunya sangat jauh. Dana Pembiayaan Bulan Februari 2017, sedang Perpu Bulan Juli 2017. Berita yang benar adalah pemerintah minta bantuan beberapa Ormas, termasuk PBNU, untuk memberikan data para pengusaha lemah.

Bukan cuma Warga NU yang dapat pinjaman dana. Namun dana tersebut juga disalurkan ke semua Warga Negara Indonesia. Nantinya lembaga non-bank yang mengeksekusi, bukan NU. (Sumber : http://www.nu.or.id/, Sabtu, 15 Juli 2017 12:30)

“Dari kejahatan orang dengki ketika mendengki.” (Al-Qur’an Surah Al-Falaq Ayat 5)
Imam Al-Mawardi dalam Kitab Adabud Dunia wad Din, menjelaskan bahwa Baginda Nabi Muhammad Rasulullah SAW bersabda, “Penyakit umat-umat sebelum kamu tengah merayap menjangkitimu, penyakit benci dan dengki.”

“Dua penyakit itu menggunduli Agamamu, bukan rambutmu. Demi ALLAH SWT yang mana diriku berada dalam genggaman-Nya, kamu tidak beriman sempurna hingga kamu saling mencintai.”
“Maukah kuberitahukan satu hal yang bila kamu lakukan, kamu nantinya akan saling mencintai ? Tebarkan salam di antaramu.”

Menghadapi Para Haters ini, mungkin nasihat Baginda Nabi Muhammad SAW, bisa kita jadikan solutif yang kreatif. Saling mencintai dapat menghilangkan kedengkian. Menebar salam dapat menumbuhkan rasa cinta. Maka salam memupus rasa dengki.

Pendapat pribadi penulis, marilah Para Haters ini kita pandang bukan musuh. Mereka sebagai Saudara Sesama Muslim yang mungkin jauh lebih mencintai NU.
Mari kita ajak mereka, agar makin mengenal dan bangga kepada NU. I LOVE HATERS, AYO MONDOK ! (*/kangmas_bahar/habis)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *