Green Woman Tuntut Pemulihan Lahan Terkontaminasi Limbah Pria

SURABAYAONLINE.CO-Hasil kajian Geologi dan Geolistrik tanah di sekitar aktivitas PT PRIA menunjukkan adanya kontaminasi logam berat timbal dan beberapa logam berbahaya, padahal 95% kehidupan masyarakat Lakardowo adalah petani jagung, lombok, terong dan padi. Kontaminasi lahan ini tak urung menimbulkan penurunan kualitas dan jumlah panen.  Bahkan DLH Propinsi Jatim telah merekomendasikan untuk dilakukan uji kualitas hasil pertanian.

Green Woman atau gerakan perempuan Lakardowo mandiri telah melakukan uji kualitas padi yang menunjukkan adanya kontaminasi logam berat. Memburuknya kondisi lahan pertanian ini diduga kuat karena aktivitas PT PRIA perusahaan pengelola dan pemanfaat limbah B3 yang beraktivitas sejak 2010. Green woman menjadi saksi bahwa sejak 2010 terdapat aktivitas penimbunan limbah B3 di area PT PRIA, limbah yang ditimbun berupa slage logam, karbon aktif, fly ash, bottom ash, sludge kertas, sludge limbah industri, limbah medis bahkan juga bahan makanan olahan kadaluwarsa.

Pada 2016 teridentifikasi 230 lebih anak anak lakardowo yang menderita dermatitis yang disebabkan terkontaminasinya air sumur warga oleh logam berat, sulfat dan kandungam TDS yang tinggi mencapai 2000ppm. Bahkan dalam uji sumur pantau didalam PT PRIA pada Juni 2016 ditemukan beberapa parameter yang diatas baku mutu, dan terjadi peningkatan bila dibandingkan data rona awal.

Pada 8 desember 2016 DPR komisi VII merekomendasikan agar PT PRIA Melakukan pemulihan lingkungan namun hingga kini belum dilaksanakan. Audit lingkungan yang direkomendasikan sejak 8/12/2016 hingga 2018 belum diumumkan hasilnya.

Baca: Provinsi Jatim Darurat Limbah B3

Kemudian 10/11/2017 komnas HAM Merekomendasikan agar KLHK melakukan pengeboran sample tanah didalam area perusahaan PT PRIA untuk membuktikan kecurigaan penduduk lakardowo namun 14/11/2017 PT PRIA menolak melakukan pengeboran di dalam area pabrik.

KLHK lambat dalam penyelesaian kasus PT PRIA, tanpa mempertimbangkan semakin meluasnya dampak lingkungan dan kesehatan yang dirasakan warga lakardowo. Bahkan kini PT PRIA memperluas area industrinya.
Untuk iti green woman menuntut Pemerintah Jokowi:
1. Menuntaskan kasus pencemaran PT PRIA dengan melakukan pembuktian melalui pengeboran sedalam 10 meter didalam area PT PRIA
2. Pemulihan Kerusakan lingkungan disekitar areal PT PRIA yang telah terkontaminasi limbah B3
3. Menghentikan perluasan PT PRIA
4. Mendorong pembangunan sarana pengolah limbah B3 di Jatim.(*)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *