Ayo Sholat Khusuf : ‘SUPER BLUE BLOOD MOON’

 

SEJAK Empat Belas Abad silam AL-QUR’AN telah menjelaskan fakta super ilmiah tentang peredaran bulan. Mukjizat Baginda Nabi Muhammad Rasulullah SAW membelah bulan atas kehendak ALLAH SWT tak diragukan lagi.

Jauh sebelum para Ahli Astronomi mengungkapkan fakta ilmiah tersebut, Al-Qur’an sudah menjelaskan sangat detil mengenai FENOMENA GERHANA. Jadi kian jelas dan terang bahwa Al Quran bukanlah karangan manusia, tetapi Wahyu ALLAH SWT kepada manusia dan untuk kepentingan manusia.

Peristiwa Gerhana Bulan Total (GBT) malam ini bertepatan 14 Jumadil Ula 1439 Hijriyah, adalah merupakan sebagai bukti KEBESARAN dari ALLAH Azza Wajalla.

Kepala Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG), Dwikorita Karnawati, Senin (29/1/2018), di Jakarta, mengingatkan bahwa fenomena gerhana bulan langka atau ‘Super Blue Blood Moon’ ini akan terjadi pada 31 Januari 2018.

GBT 31 Januari  2018 ini  merupakan  anggota  ke 49 dari 73 anggota  pada  seri Saros 124. Gerhana  bulan  sebelumnya  yang  berasosiasi  dengan  gerhana  ini adalah GBT 21 Januari 2000.

Bulan akan terpaut jarak 358.994 kilometer dari bumi. Adapun Gerhana Bulan akan datang yang berasosiasi dengan gerhana  bulan  ini  adalah, Gerhana  Bulan  Total pada 11 Februari 2036. (Sumber : www.bmkg.go.id)

“Dan matahari berjalan ditempat peredarannya demikianlah ketetapan yang Maha Perkasa lagi Maha mengetahui. Dan telah Kami tetapkan bagi bulan manzilah-manzilah, sehingga (setelah Dia sampai ke Manzilah yang terakhir) Kembalilah Dia sebagai bentuk tandan yang tua. tidaklah mungkin bagi matahari mendapatkan bulan dan malampun tidak dapat mendahului siang. Dan masing-masing beredar pada garis edarnya.” (Al-Qur’an Surah Yasiin Ayat 38 – 40)

Bulan menyelesaikan orbit lengkap mengelilingi bumi setiap 27,3 hari sekali atau periode sideris. Tetapi, karena bumi bergerak pada orbitnya mengelilingi matahari pada waktu yang bersamaan. Dibutuhkan waktu yang sedikit lebih lama bagi bulan untuk memperlihatkan fase yang sama ke bumi, sekitar 29,5 hari atau periode sinodik.

“Dia (ALLAH SWT) menciptakan langit dan bumi dengan (tujuan) yang benar; Dia menutupkan malam atas siang dan menutupkan siang atas malam dan menundukkan matahari dan bulan, masing-masing berjalan menurut waktu yang ditentukan. ingatlah Dialah yang Maha Perkasa lagi Maha Pengampun.” (Al-Qur’an Surah Az Zumar Ayat 5)

Bentuk garis edar matahari dan bulan yang melengkung dan kecepatan yang tetap, menjadikan keteraturan datangnya siang dan malam. Bulan, bumi, dan matahari yang berputar sesuai dengan garis edarnya, menjadikannya tidak saling bertabrakan. Dalam Surah As-Syam Ayat 1-2 Firman ALLAH SWT yang artinya : “Demi matahari dan cahayanya di pagi hari, dan bulan apabila mengiringinya.”

Bulan juga memiliki pengaruh pada ketinggian permukaan lautan atau surut dan pasangnya air laut. Pasang laut tertinggi pada saat bulan purnama. Seperti yang tertera dalam Al Quran Surah Al Insyiqaq Ayat 18 : “Dan dengan bulan apabila jadi purnama.” Atau Surah Ar-Rahman Ayat 5 : “Matahari dan bulan (beredar) menurut perhitungan.”

Sebagian orang mungkin belum mengetahui bahwa bulan pernah terbelah. Terbelahnya bulan terjadi pada tahun kelima kenabian. Peristiwa ini terjadi sebelum Nabi Muhammad SAW hijrah ke Madinah. Saat itu kaum musyrik Quraish Mekah meminta kepada Rasulullah SAW untuk membuktikan kenabiannya dengan cara membelah bulan.

Shahabat Nabi SAW, Ibnu Mas’ud ra, bahwa bulan terbelah menjadi dua bagian pada zaman Rasulullah SAW. Satu belahan terdapat di atas gunung dan belahan lainnya berada di bawah gunung. Lalu Rasulullah SAW bersabda : “ Saksikanlah.” (Hadits Riwayat Imam Bukhori, dishohihkan oleh Imam At-Tirmidzi dan Shahabat Anas ra)

Pada zaman Nabi Muhammad Rasulullah SAW, kebetulan putra beliau Ibrahim meninggal dunia ketika gerhana matahari. Kala itu banyak yang menduga munculnya gerhana matahari karena kematian Ibrahim. Tapi kemudian Rasulullah SAW menyatakan bahwa sesungguhnya matahari dan bulan merupakan dua ayat (tanda) dari ayat-ayat ALLAH SWT (yang tersebar di alam semesta).

“Tidak akan terjadi fenomena gerhana matahari dan bulan karena kematian seseorang atau karena hidup (lahirnya) seseorang. Apabila kalian melihat (gerhana) matahari dan bulan, maka segera berdzikir, mengingat kebesaran ALLAH SWT, berdoa dan meminta ampun, dan shalat sampai (matahari atau bulan) tersingkap lagi.” (Hadist Riwayat Imam Bukhari dan Imam Muslim ra)

Ditjen Bimas Islam Kemenag RI, Muhammadiyah Amin menjelaskan bahwa GBT mulai Pukul 20.48 WIT; Pukul19.48 WITA; Atau Pukul 18.48 WIB.

Kementerian Agama telah menerbitkan seruan kepada seluruh para Kepala Kemenag di Indonesia untuk bersama ulama, pimpinan ormas Islam, imam masjid, aparatur pemerintah dan masyarakat melaksanakan Shalat Gerhana Bulan Parsial atau Sholat Khusuf  di wilayahnya masing-masing. (Sumber : http://kemenag.go.id)

Tata Cara Salat Gerhana Khusuf adalah dimulai Berniat di dalam hati; Takbiratul ihram, yaitu bertakbir sebagaimana shalat biasa; Membaca do’a iftitah dan berta’awudz, kemudian membaca surat Al Fatihah dilanjutkan membaca surat yang panjang (seperti surat Al Baqarah) sambil dijaharkan (dikeraskan suaranya, bukan lirih).

Sebagaimana disampaikan Sayyidatuna Aisyah ra, bahwa : “Nabi Muhammad Rasulullah SAW, menjaharkan (mengeraskan) bacaannya ketika Shalat Khusuf.” (Hadits Riwayat Imam Bukhari dan Imam Muslim ra)

Kemudian dilanjut dengan ruku’ sambil memanjangkannya; Kemudian bangkit dari ruku’ (i’tidal) sambil mengucapkan ‘Sami’allahu Liman Hamidah, Rabbana Wa Lakal Hamd’; Setelah i’tidal ini tidak langsung sujud, namun dilanjutkan dengan membaca Surat Al Fatihah dan surah pendek. Berdiri yang kedua ini lebih singkat dari yang pertama.

Kemudian ruku’ kembali (ruku’ kedua) yang panjangnya lebih pendek dari ruku’ sebelumnya; Kemudian bangkit dari ruku’ (i’tidal); Kemudian sujud yang panjangnya sebagaimana ruku’, lalu duduk di antara dua sujud kemudian sujud kembali.

Kemudian bangkit dari sujud lalu mengerjakan raka’at kedua sebagaimana raka’at pertama hanya saja bacaan dan gerakan-gerakannya lebih singkat dari sebelumnya.

Setelah itu imam menyampaikan khutbah kepada para jama’ah yang berisi anjuran untuk berdzikir, berdo’a, beristighfar, bersedekah. (*/kangmas_bahar)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *