Pena Mengajar Beri Pengenalan Fotografi Untuk Yatim dan Dhuafa

SURABAYAONLINE.CO – Pena Mengajar adalah program pendidikan alternatif (non formal) yang digagas oleh Pena Zakat Indonesia yang fokus pada pendidikan karakter dan ketrampilan hidup.

Pena Mengajar hadir di Surabaya setelah pelaksanaan di 4 provinsi (Jateng,Jatim,Jabar,DIY) usai, Selasa (30/1/2018)
Didukung Chicking Indonesia, Pena Mengajar mengenalkan prinsip dasar fotografi.

Hadir juga pemateri tamu, Beky Subechi, editor foto Jawa Pos dan Manda Roosa, wartawan dan blogger kuliner.

Mamuk Ismuntoro, salah satu pemateri mengatakan bahwa gelombang besar media sosial mendorong orang utk berbagi banyak hal,termasuk hal2 buruk.

Melalui pengenalan dasar-dasar komunikasi visual, diharapkan anak-anak yatim dhuafa mengerti apa yang baik dan tidak untuk dibagi di media sosial. “Lawan hal buruk di media sosial dengan hal baik, karena tak cukup melawan berita buruk dengan protes saja”, tutur Mamuk Ismuntoro.

Manda Roosa, menekankan bahwa anak-anak juga bisa mulai belajar menulis selain memotret. Karena tulisan juga menjadi medium untuk bercerita atau menyampaikan gagasan.

Sementara Beky Subechi berharap anak-anak tidak ragu menggeluti fotografi.”Perangkat memang tidak murah,namun yakin dan terus mengasah keterampilan fotografi,akan bermanfaat bagi masa depan”, kata Beky.

Didik Sulaeman, ketua Pena Zakat Indonesia mengatakan, program Pena Mengajar akan dilanjutkan sepanjang 2018 dengan tetap fokus memberi pendidikan untuk yatim dhuafa di desa-desa dan kota di Indonesia. (*)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *