Industri Seks Bisa Tenggelamkan Kota Bangkok

SURABAYAONLINE.CO- Industri seks yang didominasi praktik rumah bordil di Bangkok disalahkan karena bisa menyebabkan kota di Thailand itu tenggelam. Polisi mengatakan bisnis pemuas syahwat di kota itu telah mencuri air tanah untuk “soapy massages” (pijat sabun).

Tindakan keras polisi diluncurkan setelah bukti pencurian air tanah ditemukan di salon pijat Victoria Secret. Menurut laporan The Sun, Jumat (26/1/2018), pengambilan air tanah secara ilegal itu untuk menghindari pembayaran tagihan yang mahal.

Penyidik polisi juga menemukan pekerja seks di bawah umur bekerja di bisnis tersebut, juga ditemukan sebuah daftar buku besar tentang praktik suap kepada pihak berwenang.

Pejabat lingkungan mengatakan bahwa penyedotan air tanah secara ilegal berkontribusi terhadap tenggelamnya Bangkok, sebuah kota dataran rendah yang dibangun di tepi Sungai Chaophraya.

Para ahli telah memperingatkan bahwa bagian Bangkok dapat tenggelam pada tahun 2030, terutama karena kenaikan permukaan air laut dan pengeringan air tanah di tanah rawa ibu kota.

Lebih dari 40 panti “pijat sabun”—rumah bordil besar dengan puluhan kamar mandi pribadi di mana pelanggan menerima layanan seksual—sedang diperiksa atas tuduhan pencurian air tanah.

”Hari ini kita akan memeriksa kualitas air masing-masing ruangan yang akan kita masuki,” kata Suwat Inthasit, wakil komandan Divisi Penindakan Kejahatan Lingkungan dan Sumber Daya Alam.

Inthasit membuat pernyataan tersebut sebelum memimpin sebuah penggerebekan di panti pijat Embassy Entertain di sebuah distrik yang terkenal dengan kehidupan malamnya yang semrawut. ”Kami menduga mereka telah menggunakan air tanah secara ilegal,” katanya.

Petugas dapat menguji air untuk menentukan apakah itu berasal dari sumber pipa yang sah atau secara ilegal diambil dari tanah.

Praktik tersebut marak selama Kota Bangkok mengalami perkembangan pesat sejak beberapa dekade silam. Upaya dalam beberapa tahun terakhir untuk mengatur penggunaan air tanah telah secara drastis memperlambat tingkat tenggelamnya kota itu sekitar 10 cm per tahun pada akhir 1970-an.

Tapi panti-panti pijat telah melanggar  peraturan yang berpotensi membahayakan Bangkok.

Meskipun pelacuran secara teknis ilegal di Thailand, tapi dapat ditoleransi dan dipraktikkan secara terbuka, dengan rumah bordil mendominasi beberapa wilayah di ibu kota.

Praktik suap dan pemanfaatan celah hukum membuat industri yang menguntungkan itu “mengapung”, di mana polisi menutup mata. Petugas polisi hanya bertindak ketika mencurigai rumah bordil  mempekerjakan pekerja seks di bawah umur.(*)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *