Bali Banjir, Denpasar, Kuta hingga Nusa Dua Tergenang

SURABAYAONLINE.CO– Hujan yang mengguyur seharian membuat Denpasar dan Kuta dikepung banjir. Setidaknya beberapa titik di Kota Denpasar ketinggian banjir cukup tinggi. Sebut saja misalnya wilayah Padangsambian, Jalan Dubu, Jalan Melati, Jalan Watutenggong, Jalan Plawa, Jalan Tukad Bilok dan srjumlah daerah lainnya.

Di sekitaran Denpasar ketinggian air bervariasi mulai setinggi lutut orang dewasa hingga setinggi dada.

Berdasarkan pantauan, Selasa (23/1/2018), sejumlah titik terendam genangan air yang tinggi. Di Kabupaten Badung, terjadi di sekitar Nusa Dua, Jimbaran, Kuta dan sebagian wilayah Kerobokan. Sejumlah titik di Kota Denpasar juga terendam sehingga mengganggu aktivitas warga.

Kepala BMKG Denpasar Taufiq Gunawan mengatakan, tingginya curah hujan disebabkan terjadinya tekanan udara rendah (low pressure) di sekitar wilayah selatan Nusa Tenggara Barat (NTB). Dampaknya angin cenderung bertiup ke arah tersebut.

“Dari citra satelit kami lihat ada low pressure di selatannya NTB sehingga angin bertiup ke arah sana,” kata Taufiq, Selasa.

 Sejumlah kendaraan roda empat dan roda dua tergenang air. Sementara di kawasan Kuta terpantau di kawasan Nakula, Dewi Sri dan Dewi Saraswati air menggenang hingga sepinggang orang dewasa.
Tak hanya menenggelamkan kendaraan, air juga masuk ke rumah-tumah warga. Di kawasan yang ramai dengan turis mancanegara itu beberapa wisatawan harus dievakuasi oleh Tim SAR dan BPBD Bali, BPBD Denpasar dan BPBD Badung menggunakan perahu karet.

Hingga kini, petugas masih berjibaku mengevakuasi warga yang masih terjebak di rumah mereka. “Saya masih di Nakula, sekitar Legian. Petugas masih mengevakuasi warga dari rumah mereka,” ujar Humas SAR Denpasar, Ayu, Selasa 23 Januari 2018.

Tak hanya banjir, hujan deras juga merenggut dua nyawa pasangan suami istri asal Probolinggo, Jawa Timur di Dusun Bukit Catu, Desa Candikuning, Kecamatan Baturiti, Kabupaten Buleleng.

Menurut Ayu, hujan deras membuat tanah longsor setinggi lima meter dengan lebar empat meter yang menimpa satu unit bedeng yang ditinggali korban.

Korban merupakan buruh sayur atas nama Mistari (43) dan Mirniati (41). Korban tertimbun tanah longsor, namun saat dievakuasi petugas keduanya sudah tak bernyawa. “Atas permintaan keluarga jasad korban akan dikuburkan di kampung halamannya,” tutur dia.(vivanews.com)