KLB Campak dan Gizi Buruk di Asmat, IDI Siap Kirim Bantuan

SURABAYAONLINE.CO-Berita tentang meninggalnya 61 anak di kabupaten Asmat-Papua mengejutkan banyak pihak, karena selain disebabkan gizi buruk disebutkan juga karena mewabahkan penyakit campak. Presiden RI Joko Widodo langsung merespon hal ini dengan memerintahkan Kementerian Kesehatan untuk segera mengirim tenaga medis. Kementerian Kesehatan dilaporkan telah mengirim 39 tenaga kesehatan yang mayoritasnya adalah tenaga dokter umum dan dokter spesialis.
Prof. Ilham Oetama Marsis, Ketua Umum Pengurus Besar Ikatan Dokter Indonesia menyampaikan “Kami turut berduka cita atas meninggalnya generasi-generasi penerus bangsa di Asmat. Persoalan KLB Difteri belum tuntas sekarang kita dikagetkan dengan KLB Campak. Hal ini harus ditangani dengan serius dan komprehensif. IDI tetap mendukung langkah-langkah yang diarahkan oleh Presiden. Tim yang diturunkan oleh kemenkes sebagian besar dokter adalah juga anggota IDI”.
Di tempat terpisah Dr.Muh Adib Khumaidi,Sp.OT, Sekjen PB IDI menyampaikan “PB IDI selalu siap jika pemerintah membutuhkan dukungan tambahan. Kami melalui Komite Tanggap Bencana dan Komite Penanggulangan Penyakit Menular telah berkoordinasi dengan IDI Wilayah Papua dan IDI Kabupaten Asmat untuk memberikan dukungan dan bantuan di lokasi agar permasalahan ini cepat dituntaskan. Keterlibatan Ikatan Dokter Spesialis Anak Indonesia (IDAI) di dalam tim Kemenkes juga merupakan bagian dari IDI.”
Diberitakan sebelumnya bahwa virus campak telah menyebabkan kematian sebanyak 61 jiwa di Kabupaten Asmat, Papua. Korban yang sebagian besar anak-anak tersebar di seluruh 23 kecamatan di kabupaten tersebut. Jarak kampung dan puskesmas yang berjauhan dan hanya bisa dijangkau dengan transportasi air menjadi kendala utama.Stefanus Lange, seorang dokter di rumah sakit pemerintah Asmat mengatakan bahwa “kasus pertama kali terdeteksi pada bulan September. Namun, sulitnya akses ke daerah terpencil dan tingginya mobilitas warga desa menghambat upaya pengobatan dan vaksinasi.”

Data dari rumah sakit menunjukkan total 568 anak telah terjangkit campak dan 175 di antaranya membutuhkan perawatan intensif.(*)