Warga Desa Ngepung Tuntut Rekrutmen Perangkat Diulang

SURABAYAONLINE.CO  GRESIK – Setelah  warga Desa Banter Kecamatan Benjeng  melaporkan dugaan adanya jual beli rekrutmen perangkat, kini kasus serupa juga terjadi di Desa Ngepung Kecamatan Kedamean.
Nurul Azis,  warga Desa Ngepung mendatangi Balai Komunitas Wartawan Gresik(KWG), di Jalan Basuki Rahmat Gresik, Jumat (12/1), untuk melaporkan dugaan rekayasa dalam proses Penjaringan dan Penyaringan Perangkat Desa (P3D).
“Saya katakan terindikasi syarat rekayasa, karena yang jadi sebelumnya sudah ditunjuk (ditentukan) sebelum tes P3D dilaksanakan,” ujar Nurul Azis.
Menurut Azis, dari 17 peserta ada empat orang yang terpilih dalam P3D sebelumnya sudah ditentukan sebelum tes dilaksanakan pada hari Senin (8/1) dan Selasa (9/1). ” Jadi empat orang yang terpilih itu sebelumnya  sudah diberitahu oleh Kades Ngepung (Suparnata,red),” ungkapnya.
Ke-empat perangkat yang jadi itu, ujar Azis, adalah Sekretaris Desa (Sekdes) Muhammad Yusuf, Kepala Dusun (Kasun) Ngepung Ma’sum, Kesra Muhammad Mubin dan Kasun Doro Musdofir.
“Mereka itu sebelum jadi dalam tes P3D sudah ditunjuk. Tujuannya, untuk menguatkan posisi Kades yang akan kembali maju pada Pilkades 2019, mendatang, ” sambungnya.
Bentuk kecurangan lain, lanjutnya ada hasil tes yang tak ditandatangani tim penguji dari Media Hati. Bahkan panitia menyatakan, kalau hasil psikotes yang diadakan Media Hati itu cuma tolak ukur. ” Hasil tes itu hanya untuk tolok ukur kades  sama camat, buat pertimbangan untuk rekom saja,” jlentrehnya.
Sementara itu, Kepala Desa Ngepung Suparnata dan Ketua Panitia P3D Hasan Yuliadi, belum bisa dikonfirmasi soal dugaan rekayasa dan kecurangan P3D tersebut. (san)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *